Signifikansi Niat Dalam Berbuat

السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Niat adalah hulu perbuatan. Semua yang dilakukan dinilai berdasarkan niat, jika niat nya baik maka kandungannya juga baik, begitupun sebaliknya. Aktivitas yang dilakukan tanpa menghadirkan niat di dalamnya hanyalah kekosongan dan hampa makna. Saking pentingnya niat, ia menjadi dasar penilaian Allah Swt dalam menakar kualitas hamba-Nya dalam ibadah. Ada amalan yang terkesan lahiriahnya baik namun ia bernilai cacat, dan sebaliknya.

Rasulullah Saw bersabda :

Innamal A’malu Bin Niyyaat Wa Innama Likullim Ri’in Ma Nawa (HR. Bukhari)

Sebagai contoh, dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa seseorang yang berangkat dari rumahnya menuju masjid dan ia berniat untuk melaksanakan shalat berjama’ah di sana, maka setiap langkah kakinya bisa menggugurkan dosa-dosa (kecil) dan langkah lainnya bisa mengangkat derajat di sisi Allah Swt.

Mengapa demikian? Itu lantaran niat yang ditanamkan di dalam hati saat ia mengayunkan langkah. Dikarenakan tujuan yang ia patri dalam hati bernilai baik, maka tak heran jika hasil yang dituai pun akan berbuah manis pula.

Begitupun sebaliknya, dalam riwayat lain disebutkan bahwa ada seorang pandai cendekia, dermawan, dan mujahid fi sabilillah tengah dihadapkan kepada timbangan amal di Akhirat sana. Singkat cerita, saat diinterogasi oleh pihak berwajib, ternyata mereka bertiga melakukan kebaikan bukan atas dasar keikhlasan, melainkan ada maksud tertentu yang mendorong mereka melakukan kebaikan tersebut.

Si pandai cendekia ia membuka majelis pengajian, melakukan khotbah, orasi agama dan lain sebagainya bukan niat karena Allah Swt., akan tetapi mengharapkan sanjungan manusia. Si dermawan mendermakan hartanya yang melimpah kepada fakir miskin, membantu kaum Dhu’afa, dan lain sebagainya bukan karena ingin mengabdi kepada Allah Swt., namun karena ingin meraup pujian dari khalayak masyarakat.Si Mujahid yang rela menyumbangkan nyawanya di medan perang melawan kaum kafir sekalipun bukan murni hendak berkhidmat kepada jalan Allah Swt., ternyata ada niat dan maksud yang lain yang menggelayut di hatinya. Kesemuanya itu, saat tersingkap segala yang terahasiakan, mereka dilemparkan ke dalam Neraka, dihempaskan ke dalam siksa Allah Swt.

Ini juga lantaran niat. Maka dari itu, wahai saudara ku seiman dan seakidah. Mari kita perbarui niat dalam hati kita. kita buang jauh-jauh motif buruk yang mengendap dalam -?jiwa, dan semoga Allah membantu kita melancarkan jalan hidup dan senantiasa diberi keberkahan oleh-Nya.

Rabu, 03 Juni 2015, 21:04    Warung Berkah.

Direpresentasikan saat Kultum tarawih di mushalla An-Naml pada 1 Ramadhan 1436 H 

 السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته

Komentar

Google + Follower's