Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Lagi, Cuap-Cuap Terkait Kopi! :)

Kutemani pagi ini dengan secangkir kopi. Kopi katanya mampu menumbuhkan inspirasi, kopi penuh kejutan, kopi sarat ide yang menyegarkan! Mengawali aktivitas dengan sesuatu yang bisa menguak cakrawala pemikiran. Agar tidak jenuh dan buntu pikiran, teguklah kopi. Terserah mau yang jenis apa, robusta, coffelate, dan lain-lainnya, intinya mengopi. Cerahkan diri dengan mengkhidmati setiap tetes yang tersaji dalam segelas kopi. Nikmati!
Tuhan, sudah sampai tiga mentari yang hilir mudik menemani langkahku, dan aku tengah mendera pilek serta batuk berdahak. Tuhan, sembuhkan aku. Mulai dari suara yang tersedak lantaran gumpalan-gumpalan dahak mendekam di tenggorokan, hingga bulir-bulir berwarna hijau yang mengalir dari dalam hidung membuat badan tak lagi performa sebagaimana sedia kala.
Mulai dari dari Vicks Formula sirup yang rasasnya manis-pahit dibalut rasa mint, menghirup Vicks Inhaler yang pedas namun menyegarkan, hingga menenggak obat Decolgen yang pahit ketulungan jika cara minumnya sa…

Kritik-Pujian, Bumbu Penyedap Kehidupan

Berangkat dari sebuah asumsi bahwa manusia adalah makhluk yang dikepung oleh keterbatasan, maka sudah sepatutunya kita memaklumi serta benar-benar menjiwainya. Menancapkan dalam doktrin terdalam kita bahwa kita tetaplah manusia, meski begitu hebat berkarya, selalu ada sekat yang mampu membawa kita menuju sempurna.
Dalam al-Qur’an ditulis, “Dan, janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan sombong. Sesungguhnya engkau tak akan mampu membakar bumi dan menjulang tinggi melebihi pegunungan.”
Seorang pemikir besar, Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub, pada suatu kali pernah mengatakan, yang mungkin juga sebuah hadits, “Barangsiapa yang dipuji (dan ia menikmatinya), maka ia telah dibunuh tanpa menggunakan belati.”
Pujian dan kritik adalah bunga kehidupan. Kehadiran keduanya adalah bumbu penyedap siklus kehidupan umat manusia. Di setiap lapisan manusia  pada setiap zamannya selalu muncul komunitas yang gemar melancarkan pujian, ada pula yang rajin mencurahkan kritik. Keduanya bergerak simultan. M…

Berangkat Dari Tegukan Kopi

Berangkat dari secangkir kopi yang direguk sore berganti malam ini. Angan-angan yang telah digariskan dan belum sempat terealisasi butuh perhatian untuk kembali digalakkan. Tanpa terasa, saat hati merasa tenang sedang tugas belum lagi selesai dikerjakan, maka setan telah melempar jala, dan kita tererangkap di dalamnya.
Membiarkan ide buntu bercokol di kepala, hati yang tidak tenang mengapung mengisi hari, paradigma melangkah terseok tak tentu arah, pandangan berjalan terlunta-lunta mengais sekelumit cahaya, adalah tindakan yang hanya membuat kita semakin
Perenungan yang mendalam, pemantapan yang serius, serta tindakan yang berarti adalah tindakan yang harus digagas, demi merampungkan kewajiban yang kita emban.
Detik demi detik berlari menelurkan menit. Menit bergendengan dengan menit lainnya menciptakan jam. Jam mengalir dalam satu anak sungai bersatupadu dengan jam-jam lainnya bemruara dalam lautan hari. Begitu seterusnya, hari bergulat dengan hari lainya memicu minggu, minggu la…

Dengan MYI Kita Gagas Islam Nusantara Yang Berwibawa!

Dalam suatu majlis pengajian (Selasa, 11/08/15) Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan, “Beberapa orang sempat mengajukan pertanyaan kepada kita, apakah kita Muslim Yang Indonesia (MYI) atau Orang Indonesia Yang Muslim (OIYM). Saya katakan dengan tegas bahwa saya adalah MYI, Muslim Yang Indonesia. Alasannya adalah karena status kita antara menjadi Muslim dengan menjadi Orang Indonesia adalah lebih dulu kita menjadi Muslim.
Jauh sebelum kita dicatat sebagai Warga Negara resmi Republik Indonesia, Allah Swt sudah menegaskan lewat kitab suci-Nya bahwa seusai dihembuskan ruh-Nya ke dalam jiwa Allah mengajukan pertanyaan “Bukankah Aku ini adalah Tuhan kalian?” dengan segera kita menjawab “Iya”.
Jadi, saat kita hidup dibalik dinding kokoh rahim ibu kita pun kita sudah berstatus sebagai orang yang fitrah, yakni muslim, yang mengakui bahwa Allah adalah Tuhan Seru Sekalian Alam. Baru kemudian, beberapa saat setelah kita mencium wangi kehidupan dunia, tubuh mungil kita didaulat secara resm…

Belajar Dari Zarnuji, Penakhluk Laut-Pemahat Karya!

Menulis lagi-lagi membuat saya terkesima. Sebuah buku yang tengah saya genggam saat ini berjudul “Ekspedisi Menantang Laut” adalah karya Zarnuji, seorang wartawan Jawa Pos yang menjabat sebagai Kepala Radar Madura Daerah Sumenep.
Buku setebal 286 halaman ini hasil penerbitan Jawapos yang bekerja sama dengan Pemkab Sumenep. Di dalamnya dituang sederet pengalaman penulis saat mengunjungi 48 dari 126 pulau yang berada di daerah Sumenep, Madura. Abnetal Omba’ Asapo Angen, “berbantal ombak bersapu angin” adalah prinsip yang dipegang oleh nelayan Madura, yang juga merupakan pegangan Zarnuji saat mengunjungi gugusan pulau eksotik yang ada di Sumenep.
Terhitung dari tanggal 30 Desember 2011, Zarnuji, penulis, beranjak dari daratan diiringi dengan teman redaksi di Jawa Pos, menaiki kapal melepas sauh menuju laut luas. Menantang laut.
Dua bulan ia melanglangbuana bertemankan ombak nan dahsyat menggoyang bahtera. Ditemani Tokce, kawannya yang mengurus segala perkakas kelautan, mereka berjibak…

*Blink* : Kemampuan Beprikir Secepat Kilat

Dalam sebuah buku berjudul Blink-Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir- pada pendahluannya yang ber headline tebal “Patung Yang Tampak Kurang Pas” ditulis sebuah kisah.
Seseorang pada tahun 1983 membawa sebuah patung bercorak yunani Klasik, bernama kyrous. Patung dengan rupa seorang pemuda bertubuh telanjang yang gagah khas Yunani klasik terpahat. Patung terbuat dari bebatuan klasik yang bernilai sejarah. Mempesona dan langka, hal inilah yang kemudian menarik sebuah museum untuk membeli patung tersebut dengan harga 10.000.000 dollar!
Untuk membuktikan keorisinilan patung ini tak tanggung-tanggung, pihak museum mengadakan penelitian yang begitu mendalam. Pemerikasaan tentang keotentikan patung itu dilakukan selama berbulan-bulan. Para pakar dilibatkan untuk menguji keaslian patung yang konon dibuat pada abad 6 SM. Dan dengan hasil yang mengejutkan diputuskan bahwa oatung itu adalah murni bagian dari sejarah klasik, bukan buatan baru-baru ini!
Para pakar dan ahli soal patung yang lebih se…

Ikhlas Menulis, Menulis Ikhlas

Aku menulis bukan karena mengharapkan tenar dan meraup pujian banyak orang. Aku menulis karena aku senang saja bisa menulis. Perkara dari tulisan tersebut ada yang mengomentari positif maka itu tak akan membuatku melayang lalu lupa daratan, mengubah haluan jadi menulis karena hendak memenuhi hajat pribadi. Namun, jika yang muncul adalah komentar negative, maka itu adalah pelajaran tambahan buat saya. Belajar dari kritikan adalah lebih menyegarkan dibanding terbuai dengan pujian.
Baru saja aku menyaksikan flm You Are Is My Apple In Eye. Didalamnya dikisahkan perjalanan sekumpulan kawan yang akrab dan menggemaskan. Dimulai dari masa-masa SMA hingga s2, pertemanan yang mereka rajut tak pernah usang. Selalu ada warna yang menghiasi lengkah demi langkah yang mereka ayunkan. 
Canda dan tawa serta perasaan cinra yang timbul di antara mereka selama mengiringi jalannya pertemanan, membuat salah seorang dari mereka, Ko-Teng,yang rajin menulis,  membuat sbeuah novel yang mengisahkan tentang sepak…

Di Pos Jaga Darus-Sunnah

Disini aku, berdiam dalam keheningan malam. Menatap syahdunya raksasa angin mengibarkan sayapnya yang syahdu menentramkan. Derik jangkrik membuat orkesta alam bertambah khidmat. Aku tenggelam dalam lamunan. Terseret dalam pikiran yang tak berkesudahan.
Ini tentang masa depan yang jauh ke depan. Persiapan untuk hari dimana harta dan anak tak lagi bisa dimanfaatkan. Ketika manusia tak lagi bangga dengan harta dan keluarganya, sisalah mereka yang dengan jerih payahnya mencurahkan tenaga untuk meraup kebaikan. Ini terkait perbekalan akan perjalanan yang panjangnya tak keruan.
Akhirat adalah tujuan akhir kehdupan manusia. se ambisius bagaimanapun manusia untuk mengekalkan jiwanya terhadap dunia nan fana ini, ia akan tetap pulang ke kampung abadi. Manusia yang terlahir fitrah dari rahim ibunya telah ternodai bercak-bercak hitam yang menggurat di hatinya, meski demikian semua akan tetap dikembalikan kepada Tuhan Seru Sekalian Alam.
Salah satu jalan agar terbukanya kehidupan yang menjanjik…

Tulisan Perdana Di Darsun Semester 3

Ini adalah tulisan pertama ku sesaat setelah mnejejakkan kaki di bumi pondok tercinta, Darus-Sunnah, Ciputat.
Hari Sabtu (07/8) adalah waktu semua mahasantri kembali ke tempat menimba ilmu tercinta, pulang kembali ke rumah tempat ilmu pengetahuan didiskusikan dan diperbincangkan dengan serius dan tertib.
Puluhan kawan saya, yang datang dari berbagai daerah di jajaran Nusantara berbondong-bondong melabuhkan diri ke tempat ini, meski hati terdalam masih tersangkut di tempat dimana mereka menghabiskan liburan cukup panjang kemarin.
Saya termasuk bagian mereka. Walau raga ini telah resmi memijakkan diri di tanah Cirendeu, namun jiwa masih mengapung di daerah Bintaro. Perasaan seperti ini adalah wajar dan manusiawi, karena masa lalu adalah bagian penyempurna dari masa depan.
Selama liburan kemarin saya disibukkan dengan banyak hal. Baik yang membuahkan manfaat atau tidak semua saya lakoni. Liburan memang seperti ini, tak menjamin untuk mampu fokus memancal aktivitas yang hanya membuahk…

Uang dan kebahagian

Kemarin saya membaca koran harian kompas (02 Agustus 2015), dalam salah satu rubrik psikologi diurai relasi antara uang dan kebahagiaan. Sejauh mana uang memberi dampak kebahagiaan bagi jiwa seseorang. Apakah seorang yang tak ber-uang bisa dipastikan kebahagiaan lenyap dari kehdupannya. Semua dipaparkan dengan rinci dengan merujuk satu buku karangan orang barat.
Ternyata dalam realita kehidupan orang kaya, tebalnya uang di kantong terkadang  justru menjadi pelenyap kebahagiaan. Khawatir hilang, padatnya kesibukan yang amat formal, serta kesehatan yang kurang terkontrol akibat konsumsi makanan yang amat beragam tanpa memperdulikan kualitas gizi makanan yang dicerna, dan lain sebagainya berpotensi untuk mengundang keresahan dan kegelisahan dalam hati. Uang yang banyak tak lagi menjamin kebahagiaan.
Kebijakan dalam mengatur siklus pengaturan keuangan serta kepandaian merawat kesehatan adalah beberapa faktor yang akan membuat manusia meraih kebahagiaan. Karena jika boros dan berlebih-lebi…

Mengeruk Manfaat Pintar

Baru saja ayah ku meyakinkan bahwa bagi perempuan tampang bukanlah pertimbangan nomor pertama. Ada hal yang dianggap lebih istimewa dibanding mengukur ketampanan, yaitu Kepintaran. Lelaki pintar, menurutnya, dalam kacamata perempuan adalah lebih seksi dan menawan dari sekedar lelaki tampan namun hampa wawasan.
Imbasnya adalah jika lelaki sudah dibilang memiliki kepintaran maka kehidupan pun akan lebih bisa dikendalikan. Lelaki pintar mampu meldinungi wanita dari kebodohan yang sewaktu-waktu bisa menimpa, lelaki pintar mampu membentengi diri dari kemiskinan, lelaki pintar mampu melindungi wanita dari pengaruh eksternal yang kejam tak terperikan, lelaki pintar adalah tembok pelindung dari banyak rentet kehidupan wang wanita. Wanita adalah makhluk yang lemah butuh tembok kokoh untuk dijadikan pelindung, dan lelaki pintar lah yang bakal menjadi benteng perkasa tersebut.
*Penulis adalah orang bodoh yang tergiur dengan kejumawaan orang pintar. Dan ingin meniru-nya.

Jakarta, Senin 03 Agustus…

Be Controller Of Technology....

Jadilah pengendali teknologi, jangan jadi yang dikendalikan tekonologi. Dua tugas yang bersifat simultan ini mampu mengantarkan kita menjadi manusia yang ideal dan mampu meletakkan sesuatu kepada tempatnya. Sedangkan perbuatan menaruh sesuatu pada tempatnya adalah tips menuju kesuksesan! J
Jakarta, Senin 03 Agustus 2015. 13:40

K.O.P.I

Menikmati udara pagi sambil menyeruput kopi adalah sesuatu istimewa. Apalagi jika  didampingi bundelan koran harian yang menyajikan ragam berita terkini, kian mencerahkan wawasan. Maka, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?
Menyeruput kopi bukan karena kita memang pecandu kelas kakap seduhan hitam nan menyegarkan itu. Melainkan karena kopi telah menemani banyak orang menghasilkan karya. Ada seniman, artis, penulis, ilmuwan, kyai, pendebat dan penyair sekalipun melahirkan karya yang eksotis sarat emosional, salah satunya lantaran seduhan kopi yang mendampingi. Tuangan kopi ke dalam tegukan menyokong semangat berkarya. Hitam tidak semua bermakna menggelapkan, ada hal-hal yang terkesan temaram namun memberikan kesegaran ide, termasuk salah satunya kopi.
Salah satu penulis terkenal, Dewi Lestari, bahkan pernah menyajikan satu buku berjudul Filosofi Kopi. Dan banyak lagi penulis yang coba menguraikan apa manfaat dan makna filosofis yang dikandung oleh racikan bubuk hitam yang jug…

Notes From "Timur Tengah Dalam Pergolakan " Karya Kirdi Dipoyudo

Timur tengah adalah kawasan yang istimewa, hal itu dikarenakan dua hal :
Pertama adalah kawasan Timur Tengah menajdi jalur penghubung antara Afrika, Eropa dan Asia. Posisinya yang startegis itu membuat Tmur Tengah memiliki pengaruh dalam menentuka perubahan ekonomi, militer dan politik dunia.
Kedua, karena Timur Tengah adalah penghasil minyak terbesar di dunia, sumbangsih perminyakan ke dunia bisa mencapai dua pertiga atau 40 %. Eropa Barat bergantung pada perminyakan di Timur Tengah sebanyak 70 %, bahkan Jepang menambatkan harapan perminyakan ke Timur Tengah sanpai 80 %. Minyak adalah pelumas kehidupan dunia, tanpa minyak siklus kehidupan akan tersendat dan laju ekonomi internasional tersedak. Dan Timur Tengah dengan memuaskan mampu memberikan pelayanan kepada kebutuhan primer umat manusia tersebut.
Timur Tengah sebenarnya memiliki nilai jual tinggi di mata dunia, mereka bisa jual mahal di mata internasional. Timur Tengah bagai gadis perawan yang molek, bersolak menebar pesona yang t…

Notes From "Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam" Karya Bambang Noorsena

Dalam perbincangan hubungan agama-agama, pemikiran teologis sampai saat ini masih dipercaya sebagai sebuah kunci untuk membuka hati penganutnya guna memupuk kesadaran ideologis. (dr. Komaruddin Hidayat)
Dalam kristen Ortodoks ada dua aliran, Kristen Kalsedonia dan Non-Kalsedonia. Kristen Kalsedonia meliputi kristen-kristen yang ada di barat (Roma, Yunan, dll). Adapun yang non Kalsedonia adalah meliputi kristen di Syria dan Koptik Mesir.
Para penganut kristen Non Kalsedonia adalah yang terbebas dari heresy (kesesatan), dimana penganutnya masih setia memegang ajaran-ajaran lama gereja. Aliran kristen ini populer di kalangan akademis Indonesia sebagai “Kristen Santri,” sebagai kita pahami bahwa santri adalah interpretasi dari penganut ajaran yang memegang teguh literatrur klasik sebagai sandaran beragama.
Dan memang, jika ditelisik lebih dalam, kita dapati bahwa ada semacam kesamaan ajaran yang terkandung antara Kristen non-Kalsedonia dengan Islam. Dalam Islam adalah ritual shalat 5 wa…

Note From "Notes From Qatar"

Ini adalah langkah-langkah yang ditawarkan oleh Muhammad Assad, penulis serial Notes From Qatar, yang sukses menggapai impiannya untuk S1 di Malaysia dan S2 di Qatar, keduanya sama-sama mendapat Full Scholarship! dalam rangka menggapai cita-cita yang kita dambakan,  berikut kata beliau :
Dalam menggapai cita-cita, sebagai umat beragama yang benar-benar meresapi ajaran yang dibawa agamanya, kita diharuskan untuk selalu melakukan tiga langkah yang bakal mengantarkan kita menggapai apa yang telah kita impikan. Terhimpun dalam 3PPossitive, Presistence, Pray.”
Possitive : Berpikir positif dalam segala hal. Hidup tidak selalu beraroma kebaikan dan datang dengan begitu mudah, manakala datang hal yang menyulitkan dan memberatkan kita, ditimpa masalah bertubi-tubi maka mantapkan diri dengan mengatakan semua ini akan berakhir! Saat beragam rintangan datang menerpa, memasung langkah dan membuat manik-mani keringat bercucuran, yakinkan dalam hati dan positifkan pikiran lalu katakan dalam-dalam …

Review Novel "Indiana" Karya Clara Ng.

INDIANA, OH, INDIANA... HEBAT NIAN DIKAU!

Judul               : Indiana Chronicle –Bridesmaid- Penulis             : Clara Ng. Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama Tempat            : Jakarta           Tahun              : 2005 Cetakan           : 1 Tebal               : 350 Hal Review-er        : Mr. J.

Saat saya menyusuri rak buku di lantai 2 di kediaman rumah saya, Bintaro, pandangan tertumbuk pada satu buku novel berwarna Ungu dengan gambar besar di depannya seorang pendamping pernikahan mempelai wanita bergaun ungu yang tengah rebah di lantai seraya menggengam seikat unga melati berwarna putih. Buku itu adalah novel yang ditulis oleh Clara Ng. Dengan judul Indiana Chronicle –Bridesmaid-.
Novel yang mengisahkan perjalanan seorang perempuan yang super istimewa ini, Indiana, adalah seri pelengkap dari Trilogi yang ditulis oleh Clara Ng. Setelah sebelumnya, ia juga menulis Indiana Chronicle versi Blues & Lipstick, kemudian hadir Bridesmaid sebagai penyempurna trlogi yang …

Mengurai Arti Perpisahan Untuk Santri Serta Perbedaan Sistem Pondok Dengan Non-Pondok (Hanya Hipotesa, Berpeluang Untuk Disanggah)

Hari Senin tanggal 27 Juli 2015 pukul 14.00, terompet kereta bersipongang menyibak udara di staisun Senen, tempat beberapa anak muda resmi berpisah dengan pihak keluarga yang mengantar. Menandakan bahwa masa liburan pondok pesantren telah usai dan sebentar lagi akan menyusuri kembali aktivitas pendidikan di almamater tercinta di seberang pulau Madura sana.
Akrom, Bahru, Nafi, Kholil dan Keluarga serentak telah duduk manis di rangkaian kereta yang akan mengantarnya menuju tempat tujuan Surabaya Pasar Turi. Kemudian dilanjutkan dengan naik Bus AKAS menuju tujuan akhir, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep, Madura.
Peristiwa semacam ini bagi santri lama, selain kholil dan keluarga, bukanlah hal yang mengejutkan, karena tak lama lagi akan terkeruk jarak yang memisahkan mereka dengan kawan maupun keluarga yang terkasih. _____________________________________________________________________
Oleh sebab mereka sudah terbiasa dengan perpisahan bersama orang-orang tercinta, maka jadilah…

Lestarikan Semangat Yang Meletup-Letup Itu Dengan Nutrisi Membaca!

Kemarin malam saat saya menemani saudara melawat ke Gramedia Bintaro Plaza, saya menemukan sebuah buku bagus dengan judul 99 Kebisaan Miliarder VS 99 Kebiasaan Orang Biasa. Di dalamnya diuraikan 99 kata-kata mutiara tentang kebisaan orang sukses disandingkan dengan kebiasaan orang biasa, yang jelas memiliki signifikasni perbedaan makna. Dari kata-kata yang ringkas itu kemudian penulis jabarkan dengan memberi contoh maupun studi kasus yang begitu nyata, menyulap hati sang pembaca menjadi terkesima.
Saya ingin sekali membeli buku tersebut, itung-itung sebagai latihan menjadi miiarder. Dan juga, saat saya menjelajahi lembar demi lembar buku tersebut, betapa semua yang terpikir dalam otak tentang kiat-kiat mnejadi orang sukses terangkum pula dalam buku tersebut. Seperti tentang bahwasanya perbedaan antara miliarder dan orang biasa adalah pada letak kemampuannya untuk bisa bangun lebih pagi memulai aktivitas. Miliarder memiliki sikap untuk menghargai siapapun dan pantang untuk merendahka…

Google + Follower's