Berangkat Dari Tegukan Kopi

Berangkat dari secangkir kopi yang direguk sore berganti malam ini. Angan-angan yang telah digariskan dan belum sempat terealisasi butuh perhatian untuk kembali digalakkan. Tanpa terasa, saat hati merasa tenang sedang tugas belum lagi selesai dikerjakan, maka setan telah melempar jala, dan kita tererangkap di dalamnya.

Membiarkan ide buntu bercokol di kepala, hati yang tidak tenang mengapung mengisi hari, paradigma melangkah terseok tak tentu arah, pandangan berjalan terlunta-lunta mengais sekelumit cahaya, adalah tindakan yang hanya membuat kita semakin

Perenungan yang mendalam, pemantapan yang serius, serta tindakan yang berarti adalah tindakan yang harus digagas, demi merampungkan kewajiban yang kita emban.

Detik demi detik berlari menelurkan menit. Menit bergendengan dengan menit lainnya menciptakan jam. Jam mengalir dalam satu anak sungai bersatupadu dengan jam-jam lainnya bemruara dalam lautan hari. Begitu seterusnya, hari bergulat dengan hari lainya memicu minggu, minggu lalu bulau lalu tahun sampai akhirnya membuat rajutan waktu kehidupan yang membentang luas. Siap untuk dinikmati! Sedia untuk disetubuhi!

Ciputat, 18 Agustus 2015



Komentar

Google + Follower's