*Blink* : Kemampuan Beprikir Secepat Kilat

Dalam sebuah buku berjudul Blink-Kemampuan Berpikir Tanpa Berpikir- pada pendahluannya yang ber headline tebal “Patung Yang Tampak Kurang Pas” ditulis sebuah kisah.

Seseorang pada tahun 1983 membawa sebuah patung bercorak yunani Klasik, bernama kyrous. Patung dengan rupa seorang pemuda bertubuh telanjang yang gagah khas Yunani klasik terpahat. Patung terbuat dari bebatuan klasik yang bernilai sejarah. Mempesona dan langka, hal inilah yang kemudian menarik sebuah museum untuk membeli patung tersebut dengan harga 10.000.000 dollar!

Untuk membuktikan keorisinilan patung ini tak tanggung-tanggung, pihak museum mengadakan penelitian yang begitu mendalam. Pemerikasaan tentang keotentikan patung itu dilakukan selama berbulan-bulan. Para pakar dilibatkan untuk menguji keaslian patung yang konon dibuat pada abad 6 SM. Dan dengan hasil yang mengejutkan diputuskan bahwa oatung itu adalah murni bagian dari sejarah klasik, bukan buatan baru-baru ini!

Para pakar dan ahli soal patung yang lebih senior yang jumlahnya bukan hanya seorang semenjak awal sudah mengungkapkan keraguan. Mereka hanya menyaksikan selama dua detik saja bentuk patung yang kehadirannya cukup menggemparkan tersebut.

Usut punya usut. Saat pihak museum mulai merasakan kecurigaan dikarenaka ada beberpaa komentar tantang patung tersbeut yang lagir dari seorang pakar senior, yang mergaukan keotentikan patung tersebut. Akhirnya mereka mengadakan penelitian dengan melibatkan banyak pihak. Bukan hanya tentang keaslian batu patung, mereka juga mengusut masalah surat-surat sampai siklus transaksi patung tersbeut yang konondahulu adalah milik seorang dokter di Swiss. Akhirnya rahasia terkuak. Patung itu tidak asli. Patung itu ternyata dibuat dalam waktu-waktu dekat.

Penelitian yang dilakukan oleh museum selama berbulan-bulan ternyata berbeda dengan apa yang diungkapkan oleh para pakar dunia patung hanya menyaksikan patung hanya dalam waktu 2 detik saja. Ini adalah soal intuitif. Ini soal penghayatan yang begitu dalam dari seorang yang memang telah berkecimpung lama di dalamnya. Dan ternyata yang tepat adalah apa yang coba diungkapkan oleh sang pakar! Patung itu palsu.

Lantas mengapa pakar yang dilibatkan dalam penelitian itu tak berkutik. Rupanya mereka adalah orang-orang yang selalu terpikat dengan data yang disajikan. Buku panduan ilmiah yang mereka pegang terkait ilmu kepatungan telah membuat insting dan nalar keahlian mereka soal patung menghilang.

Buku ini, Blink, akan membasah tentang keajaiban dua detik yang digunakan oleh pakar tersebut dalam menilai suatu karya!

Semoga mencerahkan!


Darus-Sunnah, 11 Agustus 2015

Komentar

Google + Follower's