Dengan MYI Kita Gagas Islam Nusantara Yang Berwibawa!

Dalam suatu majlis pengajian (Selasa, 11/08/15) Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub mengatakan, “Beberapa orang sempat mengajukan pertanyaan kepada kita, apakah kita Muslim Yang Indonesia (MYI) atau Orang Indonesia Yang Muslim (OIYM). Saya katakan dengan tegas bahwa saya adalah MYI, Muslim Yang Indonesia. Alasannya adalah karena status kita antara menjadi Muslim dengan menjadi Orang Indonesia adalah lebih dulu kita menjadi Muslim.

Jauh sebelum kita dicatat sebagai Warga Negara resmi Republik Indonesia, Allah Swt sudah menegaskan lewat kitab suci-Nya bahwa seusai dihembuskan ruh-Nya ke dalam jiwa Allah mengajukan pertanyaan “Bukankah Aku ini adalah Tuhan kalian?” dengan segera kita menjawab “Iya”.

Jadi, saat kita hidup dibalik dinding kokoh rahim ibu kita pun kita sudah berstatus sebagai orang yang fitrah, yakni muslim, yang mengakui bahwa Allah adalah Tuhan Seru Sekalian Alam. Baru kemudian, beberapa saat setelah kita mencium wangi kehidupan dunia, tubuh mungil kita didaulat secara resmi menjadi Warga Negara Indonesia. Itu berarti kita adalah Muslim Yang Indonesia (MYI).” Demikian ucap Imam Besar Istiqlal Jakarta yang juga mengepalai lembaga pengkajian hadits Darus-Sunnah.

Sudah seyogyanya kita gunakan Islamic worldview dalam memforsir semua siklus kehidupan. Kita jadikan syariat Islam sebagai buku undang-undang yang menentukan kualitas dan kuantitas aktivitas yang kita lakukan. Tak perlu ada yang dibenturkan. Keagamaan dan kebangsaan adalah satu kesatuan. Melangkah bersama dalam satu helaan nafas.

Berbeda jika kita balikkan statusnya menjadi OIYM. Khawatir kita menjadikan Indonesia Worldview sebagai rujukan kemana kita kita akan bertolak mengangkat sauh kehidupan. Selain timbul ketidakjelasan, undang-undang hasil interpretasi otak manusia yang amat terbatas juga tidak menjamin keselamatan kita. agama adalah sebaik-baiknya jalan. Ia diturunkan dari Zat yang memang Maha Pemberi Hidayah.

Jadilah MYI, Muslim Yang Indonesia! Hidup anda akan terang benderang.  


Darus-Sunnah,13 Agustus 2015

Komentar

Google + Follower's