Notes From "Timur Tengah Dalam Pergolakan " Karya Kirdi Dipoyudo

Timur tengah adalah kawasan yang istimewa, hal itu dikarenakan dua hal :

Pertama adalah kawasan Timur Tengah menajdi jalur penghubung antara Afrika, Eropa dan Asia. Posisinya yang startegis itu membuat Tmur Tengah memiliki pengaruh dalam menentuka perubahan ekonomi, militer dan politik dunia.

Kedua, karena Timur Tengah adalah penghasil minyak terbesar di dunia, sumbangsih perminyakan ke dunia bisa mencapai dua pertiga atau 40 %. Eropa Barat bergantung pada perminyakan di Timur Tengah sebanyak 70 %, bahkan Jepang menambatkan harapan perminyakan ke Timur Tengah sanpai 80 %. Minyak adalah pelumas kehidupan dunia, tanpa minyak siklus kehidupan akan tersendat dan laju ekonomi internasional tersedak. Dan Timur Tengah dengan memuaskan mampu memberikan pelayanan kepada kebutuhan primer umat manusia tersebut.

Timur Tengah sebenarnya memiliki nilai jual tinggi di mata dunia, mereka bisa jual mahal di mata internasional. Timur Tengah bagai gadis perawan yang molek, bersolak menebar pesona yang tidak murahan di hadapan perjaka-perjaka berdarah konglomerat. Iya, itu semua bisa saja terjadi, kalau saja mereka bersatu menggalang kekuatan berpecah belah, saling sikat dan bertengkar satu sama lain.

Hal inilah yang amat disayangkan. Timur Tengah yang terdiri dari banyak negara-negara kecil gemar untuk mempertegas garis perbedaan di antara mereka, yang satu merasa lebih unggul dibanding yang lain. Yang ini tidak merasa puas dan ingin merebut milik saudaranya. Sampai sekarang belum ditemukan kata “Sepakat” di antara mereka. Padahal, jika saja impian itu tercapai, maka Timur Tengah yang amat identik dengan Islam itu, mampu untuk mengatur bahkan mengepalai laju perekonomian, militer dan catur perpolitikan dunia internasional.

Di tangan saya, sebuah buku berjudul Timur Terngah Dalam Pergolakan karya Kirdi Dipoyudo tergenggam. Mengulas seputar kekuatan negeri minyak Tmur Tengah serta bahaya-bahaya apa yang tengah dialami oleh sekumpulan negara yang seharusnya mampu menawan perhatian dunia itu. Siap menemani liburan yang sebentar lagi akan menemukan masa tenggangnya ini. Semoga bisa terhbur. J

Jakarta, 31 Juli 2015. 08:47

Tersentak saya saat mengetahui bahwa negara-negara Timur Tengah saling berperang satu sama lain, dan yang memasok persenjatannya adalah orang-orang Barat. Konflik intern yang berkepanjangan itu membuat siklus perdagangan yang ditukar dengan minya berjalan berkelanjutan.

Bahkan Iran dengan Irak pun saling bermusuhan. Iran, negara yang dikepung oleh Amerika dan para sekutunya, bersama ingin mengglingkan Khomeini yang anti-Amerika pasca terkudetanya Syah Vahlefi, yang amat dekat dengan Amerika.

Amerika dan Uni Soviet melakukan perdagangan Senjata dengan Timteng dengan minyak sebagai bahan pertukarannya.

Ulasan yang diungkapkan di buku ini amat kaya data, seru serta menegangkan. Membahas persoalan minyak dan perdagangan senjata yang terjadi antara Timteng dengan pihak Barat. Serta huru-hara perebutan hak tertuang dengan detail di dalamnya.

Maka, seandainya Pan-Arabisme itu terwujud, kekuatan mana yang akan mampu menandiniginya?


Jakarta, 31 Juli 2015, 17:11

Komentar

Google + Follower's