Review Novel "Indiana" Karya Clara Ng.

INDIANA, OH, INDIANA... HEBAT NIAN DIKAU!


Judul               : Indiana Chronicle –Bridesmaid-
Penulis             : Clara Ng.
Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Tempat            : Jakarta          
Tahun              : 2005
Cetakan           : 1
Tebal               : 350 Hal
Review-er        : Mr. J.


Saat saya menyusuri rak buku di lantai 2 di kediaman rumah saya, Bintaro, pandangan tertumbuk pada satu buku novel berwarna Ungu dengan gambar besar di depannya seorang pendamping pernikahan mempelai wanita bergaun ungu yang tengah rebah di lantai seraya menggengam seikat unga melati berwarna putih. Buku itu adalah novel yang ditulis oleh Clara Ng. Dengan judul Indiana Chronicle –Bridesmaid-.

Novel yang mengisahkan perjalanan seorang perempuan yang super istimewa ini, Indiana, adalah seri pelengkap dari Trilogi yang ditulis oleh Clara Ng. Setelah sebelumnya, ia juga menulis Indiana Chronicle versi Blues & Lipstick, kemudian hadir Bridesmaid sebagai penyempurna trlogi yang keren ini.

Indiana, tokoh utama yang bermain di lembar demi lembar buku ini adalah sosok perempuan yang berani untuk menjadi pendamping dua mempelai perempuan, Karen (menikah dengan Danarto) & Sara (Menikah dengan Onasis) yang sama-sama sahabat terbaiknya, pada hari yang sama! Pekerjaan yang tidak mudah dan mampu membuat siapapun keblinger melakukannya.

Perempuan yang juga fobia pada ketinggian ini mendapat tugas pula sebagai pendamping mempelai wanita, sahabat terbaiknya yang bernama Ilona, saat menikah di Kanada. Anehnya, Ilona adalah sosok yang menikah dalam status lesbian. Indiana yang sempat terkejut karena ia akan didaulat menjadi pendamping sahabatnya yang lesbian dalam melangsungkan pernikahan, pada akhirnya harus menerima kenyataan. Ia pun mendampingi Ilona menikah dengan sesama perempuan di negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis, Kanada! Tentunya sebelum Amerika Serikat membuntuti.
Di Kanada pula, satu daerah yang hanya bisa dijangkau dengan menumpangi pesawat, meski tenggelam dalam genangan awan. Mana kuat ia dengan ketinggian?! Maka serangkaian terapi pun dia lakukan demi menghilangan fobia tersebut. Dan ia berhasil.

Bukan hanya itu, kisah percintaannya dengan sang pujaan hati, Francis, pengusaha muda yang juga konglomerat, yang kian menggantung tak menentu. Pada umur ke 30 Indiana belum pula dilamarnya, komentar-komentar bahwa ia akan menjadi perawan tua adalah musuh yang amat nyata yang menghampirinya tiap kali ia mendatangi pesta perkawinan para sahabat-sahabat yang telah mendahuluinya!

Demikian. Clara dengan bahasa yang humoris dan mengalir deras, membuat kisah Indiana yang secara khusus mengulas kisah suka duka menjadi pendamping pernikahan dua sahabat terbaiknya dalam satu waktu ini dengan amat mengharukan.

Bahasa yang agak konyol dan terkesan vulgar kerap muncul di tengah uraian kisah. Alur yang rapih dan ditutup dengan ending story yang indah membuat novel ini semakin menunjukkan kejumawaannya. Siap dinikmati segala lapisan pembaca karya fiksi.


Ayo, segera beli, dan rasakan sensasi hebatnya bertualang di dunia yang benar-benar tak terduga dan imajinatif ini. Lebih jika sekedar menjadi penawar penat di hati. Jujur, saya pun tenggelam di dalamnya selama 2 hari, mengapung bersama samudra kata-kata yang tersaji begitu istimewa dalam helaian lembar demi lembar novel unik ini.
Selamat mengkhidmati...!

Jakarta, Rabu 29 Juli 2015, 22:44


*sekilas kutipan dari novel Indiana yang saya aggap bernilai lebih :

“Terima kasih kepada orang-orang yang kelihatannya menyebalkan tapi sebenarnya hatinya baik.” (hal. 188)


“Orang muda ibarat matahari pagi yang menerangi langit, sementara orang tua ibarat matahari senja yang mengucapkan selamat malam kepada langit.” (hal. 195)

Komentar

Google + Follower's