Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Indonesia Kebakaran. Indonesia Kekeringan. Tuhan, Kami Butuh Hujan!

Iqbal Syauqi, kawan akrab saya, suatu saat pernah berkata, “Baca koran dulu biar gak bodoh.” Ungkapan itu menggelitik batin saya sekaligus memperkuat komitmen dalam diri agar terus mengisi otak dengan informasi-informasi yang tengah marak diperbincangkan di dunia, jalan mudahnya adalah dengan mematuti kumpulan informasi dalam Koran Harian yang diedarkan. Biar tidak tampak kudet seseorang harus memperkaya khazanah kekinian.
Meski baru mendapat bundel Republika pada Selasa Sore (06/10), hal itu tidak melemahkan semangat saya untuk melumatnya. Dengan khidmat saya baca perlahan, berita dengan headline yang menarik membuat saya membaca isi sepenuhnya, berita dengan headline kurang menarik hanya sebatas saya baca headline-nya. intinya info global sudah saya konsumsi.
Berikut hasil bacaan saya,
Masih pada tataran Musibah Asap yang menimpa hutan Sumatra-Kalimantan. Dalam laporannya, Republika melansir, bahwa diantara dampak kebakaran hutan itu banyak bayi menjadi rewel dan susah bernapas. S…

Indonesia Dirundung Asap!

Indonesia pada September-Oktober 2015 dirundung asap. Ribuan titik api kian menyala di tataran hutan Sumatra-Kalimantan. Asap mengapung menyusup ke segala penjuru kehidupan masayarakat di dalamnya. Partikel-partikel berbahaya yang tak diundang datang menyelinap merenggut ketenangan penduduk. Lalu lintas udara, darat dan laut terganggu. Aktivitas sosial antar sesama terhambat. Anak-anak tidak sekolah karena khawatir terkena racun yang menguar bersama udara yang tak lagi jernih itu. Puluhan ribu orang positif terkena penyakit ISPA, penyakit yang terjadi lantaran asap keruh yang dihirup hidung terlewat batas maksimal. Ini gawat darurat. Ini masalah krusial!
Kabar terbaru yang diperoleh pada Senin 05 Oktober 2015, bahwa masyarakat Sumatra-Kalimantan kini amat membutuhkan oksigen segar untuk dipasok ke ke jantung mereka. Bagi yang mampu maka mereka rela membeli tabung oksigen ke puskesmas atau rumah sakit terdekat, demi mendapatkan udara yang jernih. Bahkan, diantara mereka ada yang rela …

Google + Follower's