Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2015

Perempuan

Dunia tak pernah mampu maksimal memamerkan kemolekannya jika tak ada perempuan. Secara aksiomatis, perempuan seperti perlambang kegemerlapan dunia. Semua yang dipertalikan dengan perempuan, bagi lelaki adalah surga yang dipaparkan, dipertontonkan keindahannya yang kerap menggetar jiwa.
Atas restu semesta, lelaki normal akan menyadari emanasi pesona perempuan yang melesat dengan kencang ke pelataran jiwa kaum Adam. Dari kalangan yang tegak menjulang memegang moral dengan kokoh, hingga lapisan yang hanya pandai menyumbar berahi kehewasannya, perempuan selalu menjadi topik yang meriah untuk diperbincangkan.
Perempuan dengan segala fungsinya telah menaruh sumbangsih besar kepada peradaban. Ibu, seorang perempuan yang tanpanya tak akan lanjut estafeta keturunan manusia. Istri, sosok perempuan yang tanpanya kaum laki-laki tak kuasa menunjukkan kelelakiannya.
Lelaki yang dewasa, pada tataran tertentu, akan gelagapan saat dihadapkan kepada perempuan dengan jutaan rahasia yang terkandung d…

Makna di Balik Sabtu

Hari Sabtu hari yang amat berkesan pada setiap minggunya. Karena pada hari ini saya berkesempatan pulang ke rumah, bertemu dengan orang tua, bercanda dengan tetangga, menyapa sanak saudara, di saat saya tengah sibuk menjalankan aktivitas belajar di Pesantren Darus-Sunnah yang berlokasi di Ciputat. Kira-kira setengah jam dari rumah. J
Biasanya saya berangkat dari Pesantren menuju rumah tidak lama setelah halaqoh fajriyah di Pondok tuntas dilaksanakan, yakni sekitar jam 7 pagi-an saya cusss… go Bintaro. Dalam hitungan menit tampak seorang pengendara Legenda 96’an yang bertubuh agak kurus melesat bersama The Legend yang tengah ditungganginya di ruas jalan CIputat-Bintaro dengan kecepatan yang terkadang biasa terkadang cepat tak terbahasakan.
Tidak ada yang perlu dirisaukan dari seorang mahasiswa yang pada zaman sekarang (2015) masih berkendarakan Legenda. Tidak usah diperkarakan. Asal kita bersyukur atas apa yang kita miliki, Allah akan berikan ketenangan yang begitu berpengaruh pada kelan…

Dzikir Itu Menenangkan

Berdzikir, mengingat Sang Pencipta adalah aktivitas yang diegalkan Tuhan dalam meraih ketentraman. Hati, segumpal darah yang melekat dalam diri manusia adalah ketidakpastian keadaan. Di satu saat kita senang dan gembira, di saat yang lain hati berubah warna menjadi luka dan duka. Padahal, hatilah yang menjadi barometer ketenangan hidup seseorang. Jika hati telah baik maka semua akan baik. Jika hati berwarna kelabu, maka tindak-tanduk kepribadian seseorang bisa dipastikan keruh.
Dinamika kehidupan yang selalu berubah tiap waktunya juga kerap mempengaruhi stabilitas hati. di saat kita memenangi perlombaan, berhasil menggapai harapan, atau berjumpa dengan belahan jiwa, maka hal demikian akan mempermanis kondisi hati. juga sebaliknya, di saat apa yang telah kita canangkan menemui kegagalan, alam seakan berkonspirasi untuk memupuskan harapan yang kita tanam, maka saat itu juga hati akan menyusut perlahan menuju keburaman.
Firman Allah yang mengurai prinsip mengapai kebahagiaan (Q. 13:28) mer…

Hasil Seminar "Isu Kebangsaan Dalam Perspektif Pemuda"

Diskusi Bulanan Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta “Isu Kebangsaan Dalam Perspektif Pemuda” Narasumber : 1. Dr. A. Muchaddam Fahham, MA (DPR RI) 2.  Faizi, M.Si. (ANGGOTA MUI) Moderator : Ust. Ahmad Ubaidillah Jakarta, 21 Oktober 2015
Dibuka Jam 10.00 pagi dengan MC Anis dan pelantun Qur’an Auliya’.
Narasumber 1 :
·Isu terhangat seputar kebangsaan adalah masalah toleransi umat beragama dan kemiskinan yang menyerang masyarakat. ·Contoh dari problematika toleransi umat beragama adalah kasus pembakaran masjid yang terletak di Tolikara, Papua, saat pelaksanaan shalat Id, juga kasus pembakaran gereka yang terjadi di Singkel, Aceh, oleh sebagian masyarakat Muslim. ·Atas hal ini, maka akan dibuat undang-undang kerukunan antarumat beragama. Namun hal ini belum disetujui, bahkan condong ditolak, karena bagaimana bisa kita bersosialisasi lintas agama saja mesti ada perundang-undangannya. ·Terkait kemiskinan, ini adalah problematika yang belum kunjung usai hingga kini. Tugas pemerintah dan kita se…

Yahya bin Ma'in Tidak Fair Ketika Men-dho'if-kan Imam Abu Hanifah (?)

Mendalami dunia hadis mempunyai keunikan tersendiri. Disamping signifikansi hadis itu sendiri sebagai sumber pengambilan hukum Islam, kejelimetan dan lika-liku yang terbentang didalamnya serta manisnya hasil yang didapat dari pengkajian bidang tersebut menjadikan keberkutatan kita di dalamnya adalah surga yang tak tertandingi.
Apakah sama pendebatan yang terjadi dalam jarh wa ta’dil dan gosip?
Pertama-tama kita harus melihat apa yang melatarbelakangi keduanya. Karena segala sesuatu dalam Islam itu dinilai dari niat yang melatarbelakanginya. Jarh wa ta’dil, meski keduanya memiliki kesamaan dengan gosip yakni dalam pengungkapan cacat kepribadian seseorang, namun jarh wa ta’dil diberlangsungkan demi mengkaji kualitas perawi hadis, yang mana hal demikian adalah fase penentuan apakah hadis yang sampai kepada kita melalui perawi-perawi itu otentik dan bisa diamalkan, atau ia bermasalah sehingga harus kita tinggalkan.
Berbeda dengan gosip, dimana mereka membicarakan cacat pada diri seseoran…

Kajian Surat ad-Dhuha ayat 6-11 Dalam Tafsir al-Qur’anul Kariem Karya Aisyah bintu Syathi’

Aisyah bintu Syathi mengkritik dalam tafsirnya perihal kebanyakan ulama klasik yang menafsirkan ayat jauh dari konteks yang berlangung. Beliau lebih senang untuk memahami ayat sebagaimana harus dipahami, yang didukung oleh penalaran sehat dan data yang tersurat.
Dalam memahami kata yatim, dholal, a’ilan, para mufassir berbeda pendapat. Ada yang pendapatnya mudah dicerna akal, ada pula yang sukar untuk disatukan dengan nalar.
Ada yang mengtakan bahwa Rasulullah itu diberi kekayaan, maka itu tidak sejalan dengan sejarah. Nyatanya, Rasulullah Saw saat meninggal tidak mewariskan harta kepada sanak keluarganya. yang tetap dalam penafsiran ayat ini adalah, bahwa Rasulullah Saw diberikan kekayaan dengan ketenteraman hati.
“maka terhadap anak yatim janganglah engkau memaksa” sampai “dan terhadap rizki tuhan-Mu, bicarakanlah!” pada ayat terakhir adalah diperuntukkan Allah Swt, perintah untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan. Dan dua ayat sebelumnya adalah untuk diterapkan da…

Sekilas Tentang Gajah Mada

Mahamantrimukya (Mahamantri yang mulia) Gajah Mada dengan nada meyakinkan menggelorakan sumpah palapa, yang isinya hendak menyatukan nusantara, sebagaimanapun sukarnya.
Agus Aris Munandar, seorang penulis Gajah Mada : Biografi politik, mnegungkapkan bahwa Gajah Mada adalah sosok kelahiran Bali. Ia dilahirkan dari sosok prajurit yang dikenang namanya oleh tinta sejarah, Gajah Pagon. Anggapan saya yang disarikan dari desas-desus orang bahwa Gajah Mada adalah lahir dari orang biasa tertepis sudah.
Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya atau dengan nama lain Kertajasa Jayawardhana. Kemudian Raden Wijaya meninggal digantikan oleh anaknya, Jayanegara, yang juga mempunyai nama KalaGemet. Kala Gemet wafat digantikan oleh ibunya Rajapatni Gayapatri, hal itu karena Jayanegara tidak mempunyai keturunan. Karena Gayapatri tidak tertarik kepada pemerintahan, ia melimpahkan kepada anak tirinya, yakni Tribhuanatunggadewi. Setelah Tribhuwana wafat, dilanjutkan oleh anaknya, yang ditangannyalah…

Kubah!

Judul : Kubah Penulis : Ahmad Tohari Tebal : 79 Halaman Penulis Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari, sebelum menggubah novel eksotisnya itu, telah lebih dahulu membuat uraian kisah yang begitu menggugah, namanya Kubah.
Novel itu baru saja saya lumat bersama kenikmatan yang diurai di dalamnya. Novel Kubah sebuah novel berisi tentang perjalanan seorang bocah lugu asal Pegaten yang melanglangbuana dengan hebat.

Karman namanya. Lahir dari seorang beragama taat, besar di sebuah desa yang amat menjunjung asas kemanusiaan murni, serta tentram dalam naungan seorang tokoh agama bernama Haji Bakir. Hidpnya penuh estetika.
Masa kecil yang gembira, disusul dengan masa muda yang begitu mempesona, alamnya mendidik bahwa bersyukur adalah harta terbesar yang wajib dimiliki manusia yang hendak menajdi manusia terkaya dunia-akhirat.
Hidupnya hampir dikatakan akan berjalan sempurna bila Margo, kader partai komunis handal, tidak melirik kepada Karman sebagai harta berharga bagi partai besutan Karl Marx itu.…

Sekularisasi Ilmu

Sekulerisasi Ilmu adalah penyingkiran segala unsur spirtual dari objek-objek ilmu  yang pada suatu masa merupakan bagian yang integral dari pandangan keilmuan.
Supremasi barat karena pengaruh sekulerisasi (?)
Banyak orang beranggapan bahwa barat maju karena sekulerisasi ilmu dan pengetahuan. Titik tolaknya adalah perisitiwa Renaissance, sebuah kejadian yang mengisyaratkan pemberontakan geliat keilmuan atas otoritas gereja. Salah satu yang melatarbelakangi perisitiwa ini adalah sosok ilmuwan Galileo yang dipasung gerak pemikirannya oleh pihak gereja.
Buku-bukunya dibumihanguskan, orangnya dijadikan pesakitan, disuruhnya Galileo melapor ke gereja dalam kadar yang amat memberatkan fisik ataupun non fiisk, yang atas demikian, maka Galileo akhirnya menutup nafas.
Pemandangan ini tentu amat memilukan, maka berangkat dari kasus demikian, maka mereka bangkit, berusaha untuk memperkaya khazanah keilmuan. Meski demikian, mereka beani untuk tidak mengaitkan unsur-unsur spiritual dalam pengemb…

Google + Follower's