Hasil Seminar "Isu Kebangsaan Dalam Perspektif Pemuda"

Diskusi Bulanan
Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta
“Isu Kebangsaan Dalam Perspektif Pemuda”
Narasumber : 1. Dr. A. Muchaddam Fahham, MA (DPR RI)
2.  Faizi, M.Si. (ANGGOTA MUI)
Moderator : Ust. Ahmad Ubaidillah
Jakarta, 21 Oktober 2015

Dibuka Jam 10.00 pagi dengan MC Anis dan pelantun Qur’an Auliya’.

Narasumber 1 :

·        Isu terhangat seputar kebangsaan adalah masalah toleransi umat beragama dan kemiskinan yang menyerang masyarakat.
·        Contoh dari problematika toleransi umat beragama adalah kasus pembakaran masjid yang terletak di Tolikara, Papua, saat pelaksanaan shalat Id, juga kasus pembakaran gereka yang terjadi di Singkel, Aceh, oleh sebagian masyarakat Muslim.
·        Atas hal ini, maka akan dibuat undang-undang kerukunan antarumat beragama. Namun hal ini belum disetujui, bahkan condong ditolak, karena bagaimana bisa kita bersosialisasi lintas agama saja mesti ada perundang-undangannya.
·        Terkait kemiskinan, ini adalah problematika yang belum kunjung usai hingga kini. Tugas pemerintah dan kita semua untuk mengentaskan permasalahan ini.

Narasumber 2 :

·        Pemuda mempunyai peran vital dalam melanjutkan regenerasi bangsa. Pemuda memiliki peran dalam menggapai kemajuan bangsa di masa berikutnya.
·        Di MUI diadakan pengkaderisasian, maka dari itu ditariklah kaum pemuda ke dalam jajaran MUI demi meneguhkan pemahaman keagamaan yang kontekstual dan dialogis dalam menghadapi problematik kekinian.
·        Hasyim Asy’ari dengan resolusi jihad yang dikeluarkannya adalah perlambang bahwa santri dan pemuda memiliki peran signifikan dalam mempertahankan keutuhan NKRI dari cengkeraman kolonialisme dan penjajah.
·        Bulan Oktober adalah bulannya pemuda dan santri, karena pada 22 Oktober diberlangsungkan Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2015.
·        Pemuda mempunyai perspektif yang segar dalam memecahkan masalah kekinian dalam hal kebangsaan.
·        Mapan intelektual dan kaya spiritual adalah dua hal yang harus dimiliki seorang pemuda. Dengan demikian, maka akan lahir pemuda yang mampu mengatasi permasalahan-permasalahan kebangsaan.
·        Pemuda harus memiliki sensitivitas sosial, karena ditangan pemudalah masa depan bangsa dipertaruhkan.
·        Kemiskinan tidak bisa diartikan sebagai takdir derita yang harus kita tanggung, akan tetapi coba pahami kemiskinan itu sebagai sebuah permasalahan pada struktur dan kultural yang menyebabkan rakyat mendera kemiskinan.
·        Agama adalah karya cipta TUHAN. Budaya adalah karya cipta MANUSIAkmkmmi.
·        Jenderal Malahayati, jenderal Aceh yang pemberani.

Narasumber 3 (Pak Lukman Hakim) (?):

·        Banyak orang yang berpendidikan tinggi, karena kecewa atas buruknya sistem pendidikan, mereka tidak menyelohkan anaknya di sekolah-sekolah yang ada.
·        Muslim paripurna adalah yang kaya spiritual, mapan intelektual, mumpuni material.

Hasil Sesi Tanya Jawab :

Narasumber 2 :

·        Jangan terjebak dengan wacana klasik yang diedarkan (semisal syi’ah, jenggot-jenggot, dan lain sebagainya). Cari wacana yang baru dan lebih subtansial dan gelorakan sehingga menjadi isu-isu yang pantas diperbincangkan!
·        Media itu tidak ada yang benar. Karena pada latarbelakangnya ditemukan motif terselubung yang dipropagandakan!
·        Inovasi dan kreativitas hanya ada di tangan pemuda! Karena itu dituntut pemikiran yang inovatif dan kreatif untuk dikontribusikan kepada masyarakat dan membantu memecahkan masalah kebangsaan.
·        Kalau tidak ingin terpaku dengan isu klasik, maka buatlah isu-isu sendiri yang subtansial.
·        Wajah NU itu tidak tunggal. Banyak ragam pemikiran semisal NU, Muhammadiyyah, Persis, Wahdah Ummah, dan lain-lain tergabung di dalamnya.
·        Maka, penguatan ide atas satu kelompok tidak lantas menjadi pendirian MUI dalam mengeluarkan pendapat.
·        MUI, dalam menaikkan stabilitas perekonomian Indonesia, sudah merancang BMT pada setiap masjid yang ada di Indonesia, bekerjasama dengan dewan ketua Masjid Indonesia, pak Yusuf Kalla, MUI hendak menumbuh-kembangkan kewirausahaan di Indonesia!




Narasumber 1 :

·        PNPS 1965 : Agama yang berkembang di Indonesia ada 5. Bukan pengakuan.
·        UUD yang mengatakan bahwa orang yang diluar 5 agama tersebut agar dikosongkan kolom agamanya. Ini adalah kerancuan, katanya.
·        Gesekan agama lahir akibat perseteruan antara misionaris dalam perebutan umat. Contohnya adalah kasus Syi’ah di Madura. Dan ini juga adalah bentuk dari kekerasan HAM.
·        Jawa Timur, sebagai kantong NU terbesar, disinyalir masih menyimpan bara terkait kerukunan umat beragama. Hal ini berdasarkan sebuah penelitian (LIPI)
·        Berita dan info yang disajikan di media harus diverifikasi keotentikannya. Jangan sampai dikosumsi bulat-bulat begitu saja, butuh kecerdasan yang memadai untuk menyaringnya.
·        Alumni PTIQ tenar sebagai penguasa Mihrab, Mimbar, Menara masjid di banyak daerah di Jakarta.
·        Pesan Yusuf Kalla untuk Pak Rektor PTIQ, agar alumni PTIQ juga menguasai ruko-ruko didepan masjid. Isyarat agar alumni PTIQ juga menguasai dunia perbisnisan.
·        APBN yang digelontorkan untuk Pendidikan cukup besar, namun dalam aplikasinya tidak menyeluruh.
·        HTI adalah gerakan transnasional yang dianggap mengancam keutuhan NKRI.
·        4 pilar kebangsaan : PBNU. Pancasila, Bhineka, NKRI, UUD.
·        Anak Bill Gates, sang penemu windows & microsoft, menyekolahkan anaknya di tempat-tempat tradisional yang masih menggunakan kapur, bukan komputer. Rasionalisasinya adalah karena belajar komputer itu mudah dan cepat serta agar dengan sistem kelas tradisional seperti itu bisa lebih mampu dan tanggap pada kehidupan realitas sosial.
·        Metode pendidikan modern yang tanpa uji kelayakan tidak lebih baik dari metode pendidikan yang tradisional semacam pesantren. Karena, pada sistem tradisional, interaksi antar sesama teman dan guru lebih aktif.
·        Semisal IRAN yang masih memakai sistem hauzah ilmiyyah dalam metode pendidikan.

Kesimpulan (oleh moderator) :

v  Sarjana PTIQ,bukan hanya menguasai mimbar tapi juga harus menjadi penguasa pasar!
v  Pemuda jangan takut dikfirkan apalagi dibid’ahkan. Anggap biasa aja.
v  Pemuda harus la yakhofuna lawmata la’im
Selesai pada 12:10


Gedung Pasca Lantai 4, 21 Oktober 2015

Komentar

Google + Follower's