Perempuan


Dunia tak pernah mampu maksimal memamerkan kemolekannya jika tak ada perempuan. Secara aksiomatis, perempuan seperti perlambang kegemerlapan dunia. Semua yang dipertalikan dengan perempuan, bagi lelaki adalah surga yang dipaparkan, dipertontonkan keindahannya yang kerap menggetar jiwa.

Atas restu semesta, lelaki normal akan menyadari emanasi pesona perempuan yang melesat dengan kencang ke pelataran jiwa kaum Adam. Dari kalangan yang tegak menjulang memegang moral dengan kokoh, hingga lapisan yang hanya pandai menyumbar berahi kehewasannya, perempuan selalu menjadi topik yang meriah untuk diperbincangkan.

Perempuan dengan segala fungsinya telah menaruh sumbangsih besar kepada peradaban. Ibu, seorang perempuan yang tanpanya tak akan lanjut estafeta keturunan manusia. Istri, sosok perempuan yang tanpanya kaum laki-laki tak kuasa menunjukkan kelelakiannya.

Lelaki yang dewasa, pada tataran tertentu, akan gelagapan saat dihadapkan kepada perempuan dengan jutaan rahasia yang terkandung di dalamnya. Pekasih yang jitu seakan disusupkan dan bahkan mungkin melebur menyatu dalam tubuh perempuan.

Wajah yang gemilang karena ditopang semburan cahaya yang entah darimana tibanya melekat pada diri seorang perempuan. Struktur tubuh yang tertata rapi pada diri perempuan menjelma orkestra alam yang mempermanis gerak alam.

Perempuan, disamping sosoknya yang terbukti mampu menumbangkan manusia-manusia terkuat pengendali sejarah, bersemayam pula bersamanya perasaan ingin dilindungi. Dorongan hati pada diri seorang lelaki meletup begitu kuat ingin menjadi tebing yang gagah sebagai sandaran atas ketidakberdayaan perempuan.

Yang demikian, yakni jalinan rasa yang terbtnuk  antara lelaki dan perempuan itulah yang dinamakan Cinta. Cinta, yang banyak kisah dan puisi-puisi magis mengambil inspirasi darinya. Cinta, yang tanpa digurat dengan kata dan bahasa, ia lebih mampu dan leluasa mengurai renjana.

Perempuan makhluk istimewa yang juga dibingkai rahasia. Butuh penalaran mendalam, pengkajian serius, dan perenungan yang menukik, untuk sekadar memahami perempuan. Tidak terhitung laki-laki yang kurang tangkas memahami sosok perempuan malah hanya akan memantik kekeliruan yang fatal dan mengecewakan.

Saya, penggagas kata-kata ini, termasuk jajaran lelaki yang sukar menembus kepribadian perempuan dengan jutaan rahasianya. Sering saya terkecoh, tertipu, dan terjerumus saat hendak mengurai rahasia perempuan.

Meski demikian, dengan tekad bulat, saya akan terus mencoba belajar untuk meneilisik dunia perempuan. Batin saya menggumam, sebuah kotak pandora yang sarat rahasia, begitu memancing khalayak untuk penasaran tentang apa yang ada di dalamnya. Demikian dengan perempuan, dengan kemisteriusannya yang berlapis-lapis, saya malah dibuatnya bersemangat untuk memecah sandi-sandi penguak rahasia!


Darus-Sunnah, (29/10/15)

Komentar

Posting Komentar

Google + Follower's