Sekilas Tentang Gajah Mada

Mahamantrimukya (Mahamantri yang mulia) Gajah Mada dengan nada meyakinkan menggelorakan sumpah palapa, yang isinya hendak menyatukan nusantara, sebagaimanapun sukarnya.

Agus Aris Munandar, seorang penulis Gajah Mada : Biografi politik, mnegungkapkan bahwa Gajah Mada adalah sosok kelahiran Bali. Ia dilahirkan dari sosok prajurit yang dikenang namanya oleh tinta sejarah, Gajah Pagon. Anggapan saya yang disarikan dari desas-desus orang bahwa Gajah Mada adalah lahir dari orang biasa tertepis sudah.

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya atau dengan nama lain Kertajasa Jayawardhana. Kemudian Raden Wijaya meninggal digantikan oleh anaknya, Jayanegara, yang juga mempunyai nama KalaGemet. Kala Gemet wafat digantikan oleh ibunya Rajapatni Gayapatri, hal itu karena Jayanegara tidak mempunyai keturunan. Karena Gayapatri tidak tertarik kepada pemerintahan, ia melimpahkan kepada anak tirinya, yakni Tribhuanatunggadewi. Setelah Tribhuwana wafat, dilanjutkan oleh anaknya, yang ditangannyalah kemudian Majapahit mencapai titik kekuasan yang klimaks, dia adalah Hayam Wuruk.

Gajah Mada, menurut berbagai macam catatan sejarah diceritakan bahwa ia mengabdi kepada Majapahit mulai dari masa Jayanegara hingga awal Hayam Wuruk.

Gajah Mada, bermula dari jabatannya sebagai prajurit Bhayangkara (Hebat, Menakutkan), kemudian beralih ke Ketua Bhayangkara, menuju Patih, lalu Mahapatih Mangkhubumi, Mahamantrimukya. Pelonjakan martabat itu diraih karena kegigihan beliau dalam mempertahankan eksistensi Majapahit di mata dunia.

Namaanya mencuat dengan hebat tatkala ia berhasil menyelamatkan raja Jayanegara tatkala ada makar yang dilancarkan oleh Ra Kuti, yang mana ia merupakan kalangan dekat raja, Dharmapytra Winehsuka, semacam penasihat kerajaan begitu. Dibawanya raja ke desa Badender dan diinapkan disana sambil kemudian mengatur siasat mengglingkan Ra Kuti yang tengah duduk dengan pongah di tahta raja di Kedaton.

Ia berhasil menumbangkan Ra Kuti dengan taktik jitunya.

Dalam sebagian catatan sejarah dituturkan bahwa raja Jayanegara terbunuh atas siasat Gajah Mada. Disuruhnya Ra Tanca, tabib Istana, untuk meracuni raja saat hendak mengobati raja. Namun, saat raja benar-benar terbunuh, dibunuhlah ra Tanca oleh Mahapatih Gajah Mada.

Demikianlah Gajah Mada. Dengan ketulusan pegabdiannya ia dikenang oleh catatan sejarah. Semoga kita mampu meneladaninya.

Darus-Sunnah, 15 Oktober 2015

Caitya, Candi Singasari, Malang, bangunan suci yang dibangun atas perintah Gajah Mada. Bangunan itu adalah ungkapan kagum seorang Gajah Mada kepada Kartanegara, Raden Wijaya. Demikian pula Sumpah Palapa yang ia gelorakan, itu adalah lanjutan dari dwipantara mandala, buah pemikiran raden Wijaya tentang kejayaan Majapahit.

Gajah Mada kagum pada Raden Wijaya lantaran ia adalah moyangnya. Gajah Mada adalah anak dari Gajah Pagon, sahabat dekat Raden Wijaya. Gajah Pagon adalah anak dari seorang selir raja Raden Wijaya.  

Pasunda-Bubat. Inilah akhir dari tugas Gajah Mada sebagai pengabdi kerajaan Majapahit. Akibat ulahnya yang merecokkan perkawinan antara Hayam Wuruk dengan Putri Dyah Pitaloka lantaran ambisi politiknya tekait penyatuan nusantara yang begitu menggebu-gebu, maka kemudian Gajah Mada dihukum oleh Raja.

Raja Sunda dihabiskan diluar Sunda, namun kerajaannya tetap tak terkalahkan, bahkan saat Majaphit sudah runtuh oleh Tentara Demak, Kerajaan Sunda tetap berdiri kokoh.  


Darsun, 16 Oktober 2015

Komentar

Google + Follower's