Dakwah

Dakwah. Satu kalimat yang mempunyai artikulasi mengajak. Makna umum yang bisa kita pahami dari kata ini yakni mengajak orang lain dari jalan yang salah kepada jalan yang benar. Istilah dakwah populer di kalangan umat islam, dengan makna, bahwa semua yang dianggap bertentangan dengan al-Qur’an, Sunnah, dan semangat ajaran ke-Islaman maka dianggap salah, dan dakwah mempunyai ruang kegunaan  yakni membawa manusia yang terjebak di dalamnya agar keluar menuju jalan yang benar, yaitu jalan yang sesuai dengan tuntutan Tuhan. Allah Swt.

Dalam sebuah hadis yang populer di kalangan umat Islam yakni tentang anjuran-bahkankewajiban-agar antar sesama muslim dengan lainnya saling menasihatkan dan menegur tatkala salah satunya terjerumus dalam sebuah kekeliruan. Ini merupakan bagian dari keindahan umat Islam, betapa kita tidak boleh berhasrat agar masuk surga sendirian, sambil menelantarkan saudara kita seiman yang tengah tertatih berjalan tak tentu arah. Melenceng dari koridor yang ditetapkan.

Dalam hadis tersebut ada semacam pelajaran berharga, bahwa kunci utama dakwah adalah pangggilan dari hati terdalam. Jika salah seorang dari kalian lihat keburukan cegahlah dengan tangan, jika tidak maka dengan ucapan, jika tidak maka dengan hati. Dengan hati, ingat, dengan hati. Tuntutan utamanya adanya pengingkaran dalam hal keburukan yang dilakukan orang. Hal tersebut tentunya ditakar berdasarkan kemampuan dalam bernalar soal keagamaan, jika dirasa  sudah paham soal keagamaan, dan telah menekuni cukup mendalam, maka itu baru memenuhi standar seseorang sebagai penentu baik atau buruk aktivitas kehidupan. Meski ini bukanlah keputusan purna, namun, hal yang terjadi dalam realita demikianlah adanya. J

            Orang yang telah mendalami ilmu keagamaan cukup lama di sebuah pesantren biasanya dijadikan standar baku masyarakat Indonesia bahwa orang tersebut sudah lama bergelut dalam bidang ilmu keagamaan, yang saat ia terjun ke masayarakat mempunyai misi dakwah di tengah masyarakat. Menyeru manusia agar beranjak menuju jalan yang oenuh taburan cahaya Tuhan. Pergumulannya dengan karantina pembelajaran, diskusi bersama teman, berguru ke ulama, keberaniannya mengasingkan diri, serta giatnya ia mendekatkan diri dengan Ilahi di sebuah padepokan intelektual yang memisahkan ia dari nikmatnya hidup bebas di alam luar pesantren, diharapkan mampu melahirkan kearifan lokal dalam membina dan membangun karakter serta pribadi masyarakat di mana ia hidup. Mereka dituntut untuk menjadi lebah, yang tidak memakan dan membuang sesuatu kecuali itu berupa hal kebaikan.

            Dan saya, yang rapuh dan mudah goyah ini, merupakan bagian darinya (karena saya pernah diam di pondok dan sekarang turun ke masyarakat). Saya bukan orang hebat, saya punya cacat tak terbilang, namun alam seakan menyemburatkan sasmita agar saya juga turut bergabung mencipta keharuman di lingkungan saya tinggali, agar saya ikut andil dalam memegang kemudi perjalanan kehidupan masyarakat dimana saya lahir dan dibesarkan di dalamnya.

            Bintaro, 03 Desember 2015



Komentar

Google + Follower's