Met Hari Ibu!

“Anak-anak, memakai jilbab itu wajib hukumnya,” tukas seorang ustaz kepada muridnya di sebuah pengajian. Puluhan pasang mata mengerjap-ngerjap antusias menyimak sang guru memberikan petuahnya.

Jam akhir pelajaran berdentang, semua murid pulang. Setibanya di rumah kebanyaan siswa langsung melepas kerudung masing-masing. Dengan berbagai dalih, mereka menanggalkan pakaian yang diwajibkan oleh agama tersebut. Dengan bangga dan tanpa rasa bersalah mereka bermain bersama teman-temannya yang lain dengan kepala terbuka tanpa jilbab yang melindunginya.

Loh, adakah yang keliru dari anak-anak itu? Bukankah tadi sang ustaz sudah memeringati bahwa jilbab itu hukumnya wajib. Di kelas mereka juga sudah diberitahu, bahwa wajib dalam agama adalah sesuatu yang jika dikerjakan mendapat pahalan namun jika ditinggalkan maka akan mendapat dosa. Lalu mereka lebih memilih untuk menanggalkan jiilbab yang mereka kenakan saat pengajian ataupun saat shalat dilakukan? Bukankah jilbab itu diwajibkan bagi kaum hawa di semua keadaan, bukan hanya saat melakukan shalat ataupun mengikuti ritual keagamaan?

Usut punya usut ditemukanlah jawabannya.

Rupanya orang tua sang murid yang menanggalkan jilbabnya itu juga tidak mengenakan jilbab. Pantas kalau sang anak mengikutinya. Orang tua adalah tauladan bagi sang anak. Saat orang tua melakukan kebaikan maka sang anak akan belajar menirunya. Saat orang tua melakukan keburukan maka sang anak akan berusaha mengikutinya. Orang tua adalah guru bagi sang anak dalam arti yang sebenarnya. Guru adalah  sosok yang digugu dan ditiru.

Bukan hanya soal jilbab, perkara shalat pun demikian. Se-berapi-apinya sang ustaz menyampaikan soal kewajiban shalat kepada sang anak yang orang tuanya tidak shalat, maka ia tak akan menuai hasil memuaskan. Kecuali memang Tuhan berkehendak lain.

Demikian dalam hal-hal lain, entah itu masalah keagamaan atau ajaran moral yang lain. Orang tua adalah guru pertama bagi sang anak. Terlebih ibu yang lebih banyak memiliki waktu untuk sang anak, ia adalah pemegang serta pengarah kendali masa depan anak. Ibu yang baik dan bijak mampu mencetak anak yang brilian dan cemerlang! J

Selamat Hari Ibu!


Bintaro, 22 Desember 2015

Komentar

Google + Follower's