Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Tulisan Yang Semoga Bermanfaat

Satu hal yang saya ingin lakukan sejak lama, layaknya taubat yang didambakan jiwa pendosa. Saya ingin menulis serius dan bisa menuai manfaat.
Sudah cukup lama saya belajar untuk memaknai setiap apa yang terjadi dalam keseharian serta apa yang terlintas di pikiran ke dalam sebuah tulisan. Menulis, ya menulis adalah salah satu dari seribu langkah saya soal memuaskan hasrat jiwa muda saya yang sering berkecamuk.
Peristiwa berlalu bukan tanpa maksud dan tujuan. Fenomena yang berlangsung setiap detiknya senantiasa mengusung pesan bagi yang melihat dan merasakan. Demi memaksimalkan penglihatan dan penghayatan tersebut, manusia-manusia yang dituding lihai sebagai ahli dalam menyimpan kisah dalam aksara mencoba memotretnya dalam bentuk tulisan. Mengabadikan supaya dikenang zaman.
Tidak terhitung jumlahnya mereka yang pandai menangkap sasmita alam, yang kemudian diejawantahkannya ke dalam tulisan. Saya salut dengan orang yang diberikan Tuhan kemampuan demikian. Hobinya mampu mencipta manfaat …

Sunyi di Tengah Keramaian

Berceritalah malam ini tentang sebuah waktu yang kita lalui tanpa kebersamaan teman, betapa sunyi dan kedap keramaian. Meski malam begitu ramai oleh lalu-lalang kendaraan, suara debum rebana yang ditabuh oleh ibu-ibu PKK yang tengah menghelat pelatihan di mushalla depan rumah, kicau kerumunan anak melampiaskan naluri kekanak-kanakannya, derum televisi yang tengah menampilkan acara serial Antara Nur dan Dia, semua tak seramai saat saya bersama teman duduk berhimpun mengumpulkan gelak tawa.
Sekarang waktu liburan, maka sesama kita terjadi perpisahan. Perpisahan untuk sekadar melepas kepenatan atas tugas-tugas yang kita emban selama aktif perkuliahan. Perpisahan yang kemudian ditutup dengan kebersamaan lagi, bukan seperti perpisahan yang dialami antara penumpang kereta Jogja bertujuan ke Negeri Senja dengan keluarganya dalam Senja dan Cinta yang Berdarah-nya Seno Gumira. kami akan bersua lagi pada tenggat yang telah ditetapkan.
Liburan, bagi sebagian orang adalah bersenang-senang tanpa ba…

Mahasiswa dan Rekontruksi Peradaban

Keutuhan Eksistensi Jomblo

Fashbir!

Saat seorang guru tengah khusyuk mengajari anak didiknya membaca Iqro, beberapa temannya yang duduk tidak jauh dari keduanya malah ramai bercanda. Perpaduan antara suara anak mengaji yang kecil dengan bising kawan di sebelahnya memicu tensi amarah pada diri seorang guru yang tengah mengajar. Otaknya membara karena ia ternyata berdarah muda.
Diiringi kegeraman yang kian memuncak, sang guru tiba-tiba menghentakkan telapak tangannya kencang-kencang ke lantai, sambil berucap tegas, “Diam! Ini teman kalian tengah mengaji, jangan ramai, jadi tidak kedengaran,” lalu anak-anak terdiam. Antara takut dan segan pada guru, mulut mereka kunci.
Sang guru mencoba bernalar ketika ia tengah dalam keadaan marah seperti itu. Dirinya adalah seorang mahasiswa semester 5 yang cukup berprestasi di kampusnya, mengajar privat ia bisa, menulis di majalah pun ia mampu melakoninya. Pada dirinya terbersit sebuah gambaran, bagaimana misalnya nanti, saat ia sudah menapaki s2 atau s3 yang selama ini ia dambakan, na…

Pesona Rumah Tuhan

Ketika kaki melangkah dan menginjak bagian dalam Masjid al-Hijrah, terletak di jalan Cempaka V no. 2, Bintaro, tiba-tiba menyeruak angin dari Air Conditioner berhembus menyejukkan kulit. Tempat umat muslim bersujud ini agak berbeda dari yang selama ini saya pijaki. Dengan penataan yang elegan masjid ini cukup memanjakan saya yang waktu itu hendak melaksanakan ritual shalat zuhur usai melakoni UAS di kampus PTIQ.
Cukup lama saya dibuat terhenyak. Saya menikmati ruangan tersebut dengan penjiwaan maksimal. Betapa rumah Tuhan jika dipelihara dan dirawat dengan baik akan mampu menghidangkan pekayanan istimewa bagi jama’ahnya. Masjid ini tidak terlalu besar, kalau tidak ingin dikatakan terlalu kecil. Hanya terdiri satu ruangan inti saja, di luar dihampar beranda keramik yang lumayan luas, tempat orang bersantai atau musafir yang khidmat menanggalkan penat perjalanannya.
Ruangan mungil namun mewah. Di bagian depan, di mihrab, temboknya dilapisi dengan balutan kayu halus berwarna coklat. Din…

Inspirasi Pagi

Inspirasi pagi. Mengapa manusia disebut makhluk sosial? Karena mereka tak akan bisa hidup sendirian di alam raya ini. Siklus kehidupan yang dijalani oleh manusia akan saling bertautan satu dengan yang lainnya. Maka dari itu, realitas sosial tidak bisa lepas dari kehidupan manusia.
Atas dasar hal tersebut, setiap insan yang hendak menggamit kesuksesan dalam kehidupan haruslah mahir membangun sebuah jaringan, network. Manusia tak ubahnya mata rantai yang saling bertalian satu sama lain, saling memiliki keterkaitan.
Termasuk dalam dunia pertemanan. Semasa kuliah kita bisa mulai merajut tali korelasi. Jaringan sosial. Pada masa ini ciptakanlah suasana yang semringah dan bersahabat antar kawan sejawat, agar kian melekat dan mampu rapat seperti halnya rantai, dengan demikian kita menjadi kuat.
Pertemanan yang kita jalin akan berbuah manis di hari kemudian. Saat nanti kita menjabat di sebuah instansi atau perusahaan, dan kita butuh partner, maka teman bisa jadi bahan acuan penyelesaian mas…

Google + Follower's