Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Review Skripsi

Judul : Pemahaman Hadis Secara Tekstual dan Kontekstual(Studi Analisis Hadis-Hadis Tentang Menafsirkan Al-Qur’an Dengan Ra’yu) Penulis : Muhammad Arwani Kampus : PTIQ Jakarta (S1) Tahun : 2012 Tebal : 66 Halaman @@@
Merebaknya tafsir bir-ro’yi dalam memahami al-Qur’an di kalangan umat Islam, padahal ada sebuah hadis yang mengungkapkan bahwa menafsirkan al-Qur’an dengan akal adalah hal terlarang menjadi latar belakang mengapa skripsi ini lahir.  Apakah yang dilakukan para penafsir-penafsir al-Qur’an yang secara metode menggunakan bir-ro’yi benar termasuk ancaman Rasulullah Saw atau tidak? Penelitian ini menjawabnya.
Dalam tugas akhir kesarjanaannya ini, penulis, Muhammad Arwani, merumuskan dengan detail soal pemahaman hadis secara tekstual dan kontekstual terkait hadis larangan menafsirkan al-Qur’an dengan akal.
Penelitian ini bertujuan mengetahui makna hadis-hadis larangan menafsirkan al-Qur’an dengan akal, kedudukan tafsir bir-ro’yi dalam mengulas sumber al-Qur’an serta mengetahui batasan la…

Darus-Sunnah dan Penggalakkan Kajian Hadis !

Ciputat- Selasa, 15 Maret 2015, program Seleksi Penerimaan Mahasantri Baru (SPMB) Darus-Sunnah tahun 2016 resmi dimulai. Agenda tahunan ini dilangsungkan sebagai bukti konsistensi Darus-Sunnah sebagai instansi yang berkutat pada kajian hadis dalam melestarikan regenerasi yang sungguh-sungguh menyorot perjalanan intelektual keislaman, terkhusus dalam bidang hadis.
Pendaftaran kali ini dibagi menjadi dua gelombang, gelombang pertama dimulai pada 1 Maret sampai 31 Mei 2016, sedang gelombang kedua dihelat mulai tanggal 01 sampai 26 Juni 2016.
Penentuan tanggal tersebut usai dilakukan permusyawarahan antar banyak pihak mengenai pertimbangan SPMB UIN Jakarta 2016. Tanggal yang tepat tersebut diharapkan mampu menjamah banyak peserta SPMB Darus-Sunnah 2016. Karena, lazimnya, mahasantri yang diam di Darus-Sunnah adalah yang juga berstatus sebagai mahasiswa di kampus UIN Jakarta. Meski tidak menutup kemungkinan kampus-kampus maupun instansi-intsansi pendidikan lainnya juga turut ikut berpartisi…

One Day One Hadith (20/03/2016)

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الْجَبَّارِ بْنِ وَائِلٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا افْتَتَحَ الصَّلَاةَ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى حَاذَتَا أُذُنَيْهِ ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَلَمَّا فَرَغَ مِنْهَا قَالَ آمِينَ يَرْفَعُ بِهَا صَوْتَDiceritakan dari Abdul Jabbar bin Wa'il dari Bapaknya dia berkata; "Aku pernah shalat di belakang Rasulullah Saw. dan ketika beliau mengawali shalatnya, beliau bertakbir seraya mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua telinganya. Kemudian Rasulullah Saw. membaca surat Al Fatihah, dan setelah selesai membacanya Rasulullah Saw. mengucapkan 'Aamiin dengan mengeraskan suaranya”.(HR. An-Nasa’i).Istifadah:
Terkadang kita menyaksikan ketika shalat berjama’ah, para Ma’mum maupaun Imam telah lalai dalam bertakbir dengan mengangkat kedua tangan hingga mensejajarkannya dengan telinga. Dan juga m…

One Day One Hadith 19/03/2016

حَدَّثَنِي عُقْبَةُ بْنُ مُكْرَمٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مَرْزُوقٍ حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي زِيَادٌ أَنَّ ثَابِتًا مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ الرَّاكِبُ عَلَى الْمَاشِي وَالْمَاشِي عَلَى الْقَاعِدِ وَالْقَلِيلُ عَلَى الْكَثِير
ِ
Diceritakan Abu Hurairah berkata; Rasulullah Saw. bersabda: "Orang yang berkendaraan hendaklah memberi salam kepada pejalan kaki, orang yang berjalan kepada orang duduk, dan orang sedikit kepada orang banyak." (HR. Muslim)Istifadah:
Hadis ini mengajarkan kita bagaimana beretika yang baik saat berjumpa dengan saudara kita sesama muslim yaitu saling menyapa atau memberi salam untuk mempererat persaudaraan. Pejalan kaki harus menghormati orang yang duduk dengan memberi salam terlebih dahulu padanya. Melalui hadis ini Islam juga mengajarkan ki…

One Day One Hadith 18/03/2016

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَاDiceritakan Abu Hurairah ra. Rasulullah Saw.  bersabda: "Sebaik-baik hari adalah hari Jum'at, karena pada hari itulah Adam diciptakan. Pada hari itu pula ia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari itu pula ia dikeluarkan dari padanya." (HR. Muslim)Istifadah:Semua hari adalah baik karena ia datang dari sisi Allah yang tak pernah menyematkan petaka pada hari-hari tertentu. Namun, karena beberapa alasan, Jum'at menjadi pilihan sebagai hari terbaik dalam kurun waktu satu minggu.Jum'at, dengan beribu keistimewaannya, memiliki ruang khusus tersendiri dalam benak umat muslim di seluruh dunia. Jum'at,…

One Day One Hadith 17/03/2016

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئاًDiceritakan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw. telah bersabda: "Siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, Siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."(HR. Muslim).Istifadah:Pelopor kebaikan merupakan hal istimewa yang diprioritaska…

Suatu Pagi di Hari Lebaran

Pada suatu sore yang cerah. Saat mega merah mulai menampakkan batang hidungnya. Ditemani tawa ceria kawanan anak kecil yang larut bermain di pekarangan, bahagia jalani detik demi detik kehidupan. Angin segar menerpa diriku yang asyik menyaksikan geliat kehidupan nan menenteramkan.
Lazimnya, pada waktu senggang seperti sekarang ini, saat semesta seperti menjajakan ketenangan bagi jiwa, pikiran ku melanglangbuana menuju dunia masa lalu yang penuh nostalgia. Biasanya, tak lama kemudian, mengalir potongan-potongan masa lalu berkelebat meramaikan perasaan. Entah kenapa, hampir pada setiap jiwa manusia, tatkala tiba masa yang tenang dalam hidupnya, kepingan-kepingan hidup yang telah berlalu hadir kembali mengisi kehidupan. Tak jarang ia kemudian menciptakan sesungging senyum di pipi.
Kenyataan yang dialami oleh manusia memang terkadang penuh kepenatan, kejenuhan, bahkan kebusukan. Butuh penawar yang berfungsi sebagai asupan keseimbangan jiwa. Supaya hidup seimbang, memang dibutuhkan racik…

Usrah = Sebilah Pisau (?)

Keputusan ini bagai sebilah pisau. Bisa digunakan sebagai alat pencacah bahan makanan dan alat mengiris tubuh seseorang. Semua tergantung seberapa arif kita mengatur kendali sebuah fasilitas. Di tangan seorang koki handal, sebilah pisau berfungsi sebagai pengantar keberhasilan karirnya di dunia kuliner. Di sisi lain, di tangan seorang pembunuh bayaran nan bengis, pisau meminta banyak korban berjatuhan.
Kalau mau kita telisik mendalam, pikiran seseorang begitu berpengah dalam hal ini. Pikiran positif mampu meramu fasilitas yang tersedia menjadi anugerah yang tak terkira buahnya, sebaliknya, pikiran negatif hanya akan membuntukan laju pikir kita serta mampu membumihanguskan sisi kebaikan yang ada dalam diri kita.
            Maka, teruslah beprikir positif, enyahkan jauh-jauh paradigma negatif. Semoga Tuhan membimbing kita menuju cita-cita kebaikan.
Keputusan yang dipilih oleh Dept. Pengajaran IMDAR 2016 soal penetapan ketua Usroh pengajian di Darus-Sunnah teramat mengejutkan. Tanpa …

Indonesia Tak Gentar Hadapi Teroris

Fenomena mengejutkan dan meresahkan yang terjadi di Sarinah pada Kamis (14/01) kemarin begitu menyisakan duka di hati masyarakat Indonesia. Pasalnya, insiden yang memakan 31 korban (dengan kalkulasi 24 luka-luka dan 7 meninggal dunia, dirangkum dari Viva News 14/01) tersebut, begitu amat memilukan dan dilangsungkan di tempat yang disebut sebagai Jantung Kota Jakarta. Representasi jantung Indonesia. Menyikapi hal ini, balatentara dan pasukan berani mati Indonesia bergegas cepat memberangus laku teroris. Simpati berdatangan dari segala penjuru. Satu yang paling perlu digalakkan adalah prinsip bahwa Indonesia Tak Gentar Melawan Teroris. Indonesia, melalui kesiagaan pengamanannya, mampu luluhlantakkan jejak teroris di bumi pertiwi ini. Indonesia tak gentar hadapi teroris!