One Day One Hadith 17/03/2016


حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئاً

Diceritakan dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Saw. telah bersabda: "Siapa yang mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, Siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."(HR. Muslim).

Istifadah:

Pelopor kebaikan merupakan hal istimewa yang diprioritaskan dalam Islam. Bukan hanya mendapat ganjaran dari kebaikan yang ia lakukan, amal kebaikan yang datang dari seseorang yang ia ajak pun akan terus mengalir padanya, demikian dengan generasi berikutnya yang karena arahannya mereka mengamalkan amal mulia tersebut.

Islam begitu menghargai jasa sang pencetus, karena, lewat tindakan briliannya, banyak manusia terselamatkan dari jalan yang keliru.

Dan itu semua terjadi tanpa harus mengurangi pahala-pahala mereka yang karena arahannya mengerjakan kebaikan.

Demikian sebaliknya. Seorang yang mengajak kepada keburukan ia akan mendapat timbal buruk atas tingkah yang ia perbuat, dari seorang yang mengikuti dan ribuan manusia lainnya yang karenanya terinspirasi untuk melakukan keburukan.

Hal demikian tanpa mengurangi dosa yang dilakukan olah generasi pengikut keburukan sang pencetus.

[Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika Darus-Sunnah, dengan sedikit perubahan redaksi istifadah]

Komentar

Google + Follower's