Takhrij Hadis Mengkader Penjaga Sunnah!

Ciputat-Terhitung sejak tanggal 13-15 Mei 2016, Lembaga Kajian dan Riset (Lemkaris) Rasionalika, salah satu Lembaga Semi Otonom (LSO) Darus-Sunnah, menghelat acara pelatihan Takhrij Hadis.

Tema besar yang diangkat pada agenda tahunan kali ini adalah "Takhrij Hadis Langkah Tepat Memahami Hadis Nabi Saw"

Program takhrij kali ini benar-benar mengedepankan praktik sebagai cara peserta paham terhadap materi yang disampaikan.

Setiap materi yang disuguhi langsung dibarengi dengan praktik. Peserta dibagi berkelompok dan didampingi mentor/pembimbing masing demi maksimal pembelajaran.

Masing2 kelompok yang terdiri dari 5-7 orang diberi satu hadis lengkap dengan sanadnya untuk dijadikan objek penelitian saat pelatihan.

Mulai dari kuliah umum dengan tema, "Takhrij Hadis Langkah Tepat Memahami Hadis Nabi Saw," pengenalan singkat Takhrij Hadis dan praktik mencari hadis yang semakna, materi dan praktik menelusuri biografi perawi hadis, menganalisis data jarh wa ta'dil perawi, menghukumi kualitas sanad hadis, hingga bagaimana kiat memahami hadis dengan benar.

Lalu di akhiri dengan penutupan. Semua berjalan lancar dan menggapai antusias tinggi dari panitia maupun peserta.

Pada hari ketiga (Ahad 15 Mei 2016), acara resmi ditutup dengan clossing statement yang disampaikan langsung oleh putra Kiai Ali Mustafa Yaqub, Ziya ul Haramaian.

Pada penutupan yang dilangsungkan ahad siang tersebut, beliau menyampaikan beberapa hal.

1. Beliau mengapresiasi kepada peserta takhrij karena semangat mereka dalam mengkajii sunnah Rasulullah Saw.

2.Bahhwa mereka, sejatinya,telah menjadi keluarga besar Darussunnah karena sudah mau mengkaji sunnah.

3. Beliau juga Menyoroti realita kajian hadis di kalangan umat islam sendiri di barat yang sudah tidak dihiraukan lagi.

Karena menurut mereka, hadis sudah tidak ada yang otentik. _Islamic Studies_ di barat hanya diejawantahkan dengan mempelajari al-Qur'an semata.

4. Beliau aktif dalam mempromosikan kajian hadis di barat. Menurut Mas Ziya, sunnah adalah hal yang amat dibutuhkan umat islam.

Qur'an dan Sunnah adalah satu kesatuan yang harus dipahami secara keseluruhan.

Al-Qur'an datang menyuruh umat Islam untuk shalat, puasa, zakat, dsb, dan hadis-lah yang menerangkan bagaiaman tekhnis pelaksanaannya.

5. Pesan beliau kepada kita agar terus berhati2 dengan gelombang pemhaman yang rusak soal hadis Nabi Saw.

Bukan hanya kita harus menghindari dogma2 kurang sehat tersebut, lebih dari itu, kita harus ikut andil dalam membentengi kajian sunnah atas rongrongan musuh Islam yang merusak tersebut.*

_____________________________________

*15 Mei 2016, Warung Kopi Depan Inpress, dengan segelas Es Nutrisari yang sudah habis lalu diisi kembali dengan air putih.

Komentar

Google + Follower's