Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Teori Hermeneutika : Teori Yang Mengguncang. Benarkah?

Gambar
Pada mata kuliah Metode Pendekatan dalam Penafsiran (Hermeneutika) yang diampu oleh Dr. Abd Mu’id Nawawi, direktur pascasarana PTIQ bidang Pemikiran Islam, beliau mengatakan, bahwa,
“Dalam kajian hermeneutika semua hal wajib dicurigai sebagai bahwa pendapatnya bukan dari dia pribadi, melainkan ada sesuatu yang melatarbelakanginya. Dalam bahasa hermeneutikanya adalah self, sesuatu yang tidak berdiri sendiri, mudah runtuh. Di dunia ini tak ada yang subjek, berdiri dan murni muncul dari diri sendiri.
Tugas hermeneutika adalah mengejar motif dan motivasi yang menjadi landasan suatu pemikiran atau sebuah penafsiran muncul.
Ada 3 pelabuhan pusat tempat gagasan hermeneutika yang saat ini terkenal di dalam khazanah pemikiran hermeneutika ini merebak.
Pertama adalah Hermeneutika ala Marx yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini, berupa penafsiran dan pendapat serta tindak kegiatan, pasti terikat oleh motivasi  ekonomi. Menurutnya, segala yang dilakukan manusia pasti dilandas…

Google + Follower's