Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Menista Agama

"Menista Agama" menjadi trending topic di kisaran Oktober-November-Desember 2016 di jagad daring ataupun realita kehidupan Indonesia.Pasalnya, seorang gubernur DKI, Basuki Tjahya Purnama, yang sekaligus mencalonkan sebagai kandidat PILKADA DKI 2017 nanti, mengatakan bahwa masyarakat Jakarta yang tidak setuju kepada dirinya sejatinya telah dibohongi pake al-Qur'an surat al-Maidah ayat 51.Permasalahan ini semakin merebak mengingat isu PILKADA DKI 2017 coba dilibatkan.  Penistaan ini kemudian dicampuri dua unsur : penjelek2an agama & pelabcaran kampanye hitam (black campaign) dari pihak musuh.Buah dari ini adalah permintaan rakyat Indonesia, bukan saja Jakarta, yang katanya sangat religius itu, agar memenjarakan Ahok atas kasus penistaan ini.Pemerintah rupanya lamban merespon gejolak masyarakat dalam hal ini. Kasus tak diusut secara matang, masyarakat kembali meradang.Pada 4 November 2016, dengan komando FPI, dihelatlah aksi Bela Islam yang melibatkan puluhan ribu umat …

Selfie

Gambar
Selfie, atau foto-foto sendiri, merupakan bias modernitas di dunia remaj ini. Aktivitas yang cukup mengandalkan diri sendiri saja untuk melakukan perfotoan ini dianggap antusias oleh beragam pihak, terutama anak muda.Di berbagai daerah, serentak kegiatan ini dihelat. Ada yang berbasis kebutuhan ada yang hanya demi memuaskan angan semata. Ckrek! Hatipun terpuaskan.Hal ini juga diimbangi dengan rajin dan merasa butuhnya anak zaman kekinian untuk mengoperasikan Media Sosial. Media Sosial atau medos, selain menjadi alat pemersatu persaudaraan, juga berfungsi sebgai ajang pamer-pameran. Entah itu Facebook, Instagram, Twitter, hatta Google+ sekalipun, semua tak absen dan turut andil menyemarakkan keniscayaan perkembangan zaman. Viral dan bingar.Namun selfie, meski ia bias sebagai ajang pamer-pameran, sekali lagi ia perlu dikembalikan kepada niat yang melandasinya.Dalam sebuah hadis sahih yang dirirwayatkan Imam Bukhari dari Rasulullah Saw, bahwasanya beliau bersabda :"Segala sesuatu te…

Penyair Senja Mengulas Kopi

Seni kopi telah berkembang, hal itu bisa dilihat dari pilihan menu “kafe kopi” yang tentu bukan Cuma kopi tubruk. Mulai dari cofee latte sampai mocha latte, dari capucino sampai espresso, dari cofee noir sampai kopi luwak, semua itu menunjukkan terdapatnya the art of coffee-sebagai bagian juga dari science of coffee.
Adalah ilmu kopi yang mengembangkan snei kopi, setidaknya bagi saya, peegetahuan atas riwayat suatu kopi memberi nuansa tambahan kepada rasa kopi itu. Demikianlah the art dan the science melebur dalam the culture.
Namun dengan “budaya kopi”, saya tidak memaksudkannya sebagai duduk-duduk di kafe sambil ngopi, melainkan berkembangnya the science of coffe dari sekadar memproses dan mengolah kopi, menjadi perbincangan ilmiah atas kopi-bukan sebagai tanaman, tetapi sebagai kebudayaan.
Artinya “kopi” dari kata benda telah menjadi kata kerja, maksudnya bukan menjadi “ngopi”, melainkan segala pembermaknaan yang terhubungkan dengan kopi. Ambil contoh laporan The Jakarta post edisi …

Gosip : Budaya Dekonstruktif

Gosip, dengan beragam perkembangannya, telah mencapai titik stigma terparah. Iza utliqo kalimat gosip, fahuwa yusyiru ila sayyi’ah. Berikut 4 dalil tentang keburukan gosip yang diambil dari beberapa refrensi. Perhatikan!
1.Dalil Pertama
Seno Gumira Ajidarma dalam Tiada Ojek Di Paris (Obrolan Urban) mengatakan, “Kalau anda ingin terlihat sebagai orang terhormat, tentunya anda memperlihatkan diri sebagai manusia yang tak suka bergosip. Karena kata gosip (dari gossip) telah mendapat beban makna secara dominan sebagai membuang waktu, dan-yang berbau pelecehan gender-Cuma merupakan “perilaku perempuan”. Dalam kenyatannya, gosip di antara lelaki pun sama saja bukan? Bahkan tak jarang isi gosipnya (apalagi tentang perempuan) jauh lebih jahat dan mengerikan.
Benarkah gosip itu membuang waktu dan tidak bermutu?
Gosip diawali dengan terdapatnya rumor, yakni wacana tak resmi dan tak jelas sumbernya, sebagai hasil informasi yang belum diperiksa kebenarannya, yang telah berkembang sekian tahap dalam s…

Kajian Skripsi Oleh Syarif Hade

·Dalam kajian penelitian ada 3 sistem pembahasan : Mono-Disipliner, Inter-Disipliner, dan Multi Disipliner. Mono bermakna kajian hanya sebatas bidsang tafsir, Inter berarti mengaitkan kajian tafsir dengan ilmu ke-Ushuluddin-an yang lain, Multi adalah pengkajian tafsir yang ditautkan dengan ilmu lintas fakultas.
·Dalam penelitian ada yang namanya objek dan korpus. Objek adalah makro sasaran penelitian sedangkan korpus adalah satuan-satuan yang membawahi objek. Misal : Objek “Ayat-Ayat Jihad” Korpusnya adalah setiap ayat tentang jihad.
·Rumusan masalah dalam Bab 1 tak perlu panjang-panjang, asal tajam dan sesuai sasaran ·Latarbelakang Masalah mengurai alasan kenapa penelitian ini menjadi penting, daya tawar terbaru apa yang coba diungkapkan dalam penelitian ini.
·Tinjauan Pustaka : Mencari kajian yang setema dengan tujuan memetik kesimpulan bahwa pada penelitian kita ada hal berbeda yang patut dan layak diangkat, minimal 5 kajian pustaka.
·Dalam mendedah peninjauan pustaka, peneliti di harap…

Itu! Pengalaman!

Ketika fajar mulai pulang ke pangkuan malam, sewaktu rembulan mulai terbit memancarkan kharismanya sebagai pemberangus pekat malam, saat itu aku mulai larut dalam jalin kenangan.
Membahas sejarah adalah kuliah yang penuh percampuran rasa. Ada senang ada air mata yang berlinang. Masa lalu tercipta sebagai pelajaran yang berharga. Di dunia ini tak ada hal yang baru, semuanya adalah pengulangan atas apa yang telah berlalu, demikian ungkap tokoh. Bung Karno pernah mengatakan, barangsiapa yang tidak memahami sejarah maka akan mengulang sejarah.
Dan memang benar, seorang cerdas tak akan rela dirinya dipermainkan dibuat terjerumus oleh lubang yang sama. Dari kesalahan ia belajar bagaimana menjadi benar. Dari keterpurukan ia menekur diri bagaimana cara menjadi luhur. Menuju cahaya ia berangkat dari kegelapan.
Mari kita belajar dari guru terbaik kita, Pengalaman!

Ya Ahlal Qur'an!

Yang terpenting bagi seorang penghafal al-Qur’an adalah tenang dan khusyuk dalam segala keadaan. Ia sanggup bangun shalat malam saat kebanyakan orang tertidur, mampu khusyuk di siang ketika yang lain hiruk pikuk menyoal dunia, mampu diam ketika yang lain berbicara kesia-siaan, mampu bersedih tatkala manusia tenggelam dalam gelak yang menistakan.
Seorang yang benar memahami kandungan al-Qur’an ia tidak akan bersikap berlebihan. Di kala tetimpa musibah ia akan menakar diri, apa yang salah pada dirinya sehingga Allah berbuat demikian kepada-Nya, musibah malah akan membuat dirinya berpikir tentang kadar ketaatan ia pada Allah. Tidak membuatnya berduka-lara. Hanyut dalam kesedihan saja.
Juga di saat ia dianugerahi nikmat oleh Allah. Ia akan bersyukur, berhati-hati dalam mendistribusikan curahan karunia yang diberikan, ia akan bertindak seadil mungkin dalam menyikapi nikmat. Apa yang dikehendaki oleh Allah atas nikmat yang diberikan itu ia pertimbangkan matang-matang. Jangan sampai ia sia-si…

Dakwah Nabi Saw Pendekatan Misi

Yang dimaksud dengan dakwah pendekatan missi adalah pengiriman tenaga da’i ke wilayah-wilayah yang belum mengenal Islam.Tujuannya adalah mengenalkan Islam kepada semesta raya, mengubah penyembah berhala menjadi penyembah Allah semata.
Meski pendekatan ini bertalian dengan metode pendidikan, namun yang lebih disorot disini adalah pengiriman da’inya sendiri. Ketika nabi di Mekkah, missi hanya dilancarkan sekali saja, namun saat di Madinah, pengiriman tenaga dakwah dilakukan besar-besaran. Pendekatan ini kelak dilanjutkan oleh sahabat.
1.Yastrib.
Usai warga Yastrib melangsungkan Baiat Aqobah pertama, mereka meminta kepada Nabi Saw agar dikirimi seorang da’i untuk mengajari mereka agama Islam. Nabi mengirim Mush’ab bin Umair ke Yastrib. Terdapat perbedaan pendapat apakah Mush’ab pergi bersama peserta Baiat Aqobah (Ibn Hisyam) atau menyusul setelahnya, saat surat keperluan mendatangkan da’i tiba (Ibn Sa’d).
Mush’ab adalah misionaris pertama dalam Islam. Ketika di Madinah ia diam di rumah Sa’…

و الشمس تجرى لمستقر لهاتقدير العليم

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Yasin : 38)
Fakta Sebelumnya
Pada abad kegelapan Eropa, jauh sebelum Islam berhasil menjadi penyokong lahirnya Renaissance di Eropa, Gereja adalah otoritas segala lini kehidupan masyarakat di barat. Bukan hanya hal-hal yang bertalian dengan agama, isu-isu sains pun ludes dilahap oleh otoritas gereja. Sehingga, segala temuan ilmiah yang bertentangan dengan gereja, dianggap nista dan tercela, pantas dibumi-hanguskan. Hal ini tentu amat menyedihkan, memaklumi bahwa betapa agama yang harusnya menjadi sumber pencerahan umat manusia, ia malah menjadi dinding pembatas kebebasan berkreasi manusia dalam perkembangan keilmuan.
Salah satunya adalah doktrin Gereja yang didukung oleh satu ayat dalam Bible yang menyatakan bahwa mataharilah yang mengelilingi bumi, bukan sebaliknya. Akibatnya, benih-benih unggul ilmuwan saat itu, semisal copernicus yang berkahir dengan pembakaran dan Galileo yan…

La Tanam!

Ada beberapa alasan mengapa anda (wahai penulis) seringkali tertidur. Dalam sehari, anda mampu tidur dalam jangka yang mengagumkan. Waktu yang dibentangkan sepanjang hari sirna begitu saja tatkala anda lebih memiliki tidur sebagai opsi berlibur. Orang yang sukses tentu tak akan rela waktunya disita oleh aktivitas bernama tidur. Waktu, bagaimanapun juga, merupakan harta berharga yang dimiliki manusia yang jika raib tak akan bisa direngkuh kembali. Pertanyaannya kemudian, apakah yang menyebabkan manusia seringkali tertidur? Ngantuk seperti menjadi kawan karibnya dalam menapaki hari. Demikian uraiannya,
Eng-ing-eng... (penulisnya mau tidur dulu....) fiuh... :) 
1.Banyak Makan
Ajaran agama menuturkan bahwa “makanlah kamu sekadar untuk menegakkan tulang punggungmu”. Tidak lebih. Dan tentu, sebagaimana lazimnya kiat-kiat hidup yang ditawarkan oleh sebuah wahyu, ia merupakan triks yang jitu meraih idealisme dalam hidup. Makan berlebih memang tidak diharamkan selama makanan tersebut ditempuh/dida…

Laporan Safari Nabawi 2016

Laporan Safari Nabawi
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurahkan ke baginda Rasulullah Saw.Sebagai langkah untuk kembali ‘menghidupkan’ Nabawi, kami tim Survey Masjid pada hari Jum’at (07 Oktober 2016) telah melaksanakan tugas melakukan penyurveyan ke berbagai masjid tempat Pak Kiai mengadakan pengajian dan mendistribusikan secara rutin Majalah Nabawi kepada jama’ah pengajian.
Pada rencana awal, dalam sekali kunjungan kami menargetkan 4 lokasi dari 7 lokasi yang ada bisa terkunjungi. Lokasi-lokasi itu :
-Istiqlal -Sunda Kelapa -Masjid Pertamina -Masjid Pondok Indah -Masjid Kementerian PU -Masjid Pondok Indah -Masjid At-Tin
Akan tetapi, pada pelaksanaannya, dikendalai oleh ketidakpahaman soal rute dan kemacetan yang tak terduga, kami hanya mampu menuntaskan 3 lokasi saja : Istqilal, Pertamina, Sunda Kelapa.
Dalam kunjungan ini kami menyampaikan terkait 3 hal :
1.Silaturahmikeluarga besar Darus-Sunnah dengan pihak terkait 2.Klarifikasi Naba…

Google + Follower's