Dakwah Nabi Saw Pendekatan Misi


Yang dimaksud dengan dakwah pendekatan missi adalah pengiriman tenaga da’i ke wilayah-wilayah yang belum mengenal Islam.Tujuannya adalah mengenalkan Islam kepada semesta raya, mengubah penyembah berhala menjadi penyembah Allah semata.

Meski pendekatan ini bertalian dengan metode pendidikan, namun yang lebih disorot disini adalah pengiriman da’inya sendiri. Ketika nabi di Mekkah, missi hanya dilancarkan sekali saja, namun saat di Madinah, pengiriman tenaga dakwah dilakukan besar-besaran. Pendekatan ini kelak dilanjutkan oleh sahabat.

1.     Yastrib.

Usai warga Yastrib melangsungkan Baiat Aqobah pertama, mereka meminta kepada Nabi Saw agar dikirimi seorang da’i untuk mengajari mereka agama Islam. Nabi mengirim Mush’ab bin Umair ke Yastrib. Terdapat perbedaan pendapat apakah Mush’ab pergi bersama peserta Baiat Aqobah (Ibn Hisyam) atau menyusul setelahnya, saat surat keperluan mendatangkan da’i tiba (Ibn Sa’d).

Mush’ab adalah misionaris pertama dalam Islam. Ketika di Madinah ia diam di rumah Sa’ad bin Zurarah. Cara dakwah yang digunakan adalah door to door mengajarkan Al-Qur’an dan agama Islam. Sewaktu musim haji tiba, ia tiba di Mekkah dengan membawa 73 orang Yastrib yang kemudian di bai’at dalam Bai’at Aqobah kedua.

Mush’ab adalah seorang pemuda kaya kelahiran Makkah. Ketika jahiliah ia begitu bermewah-mewahan, tatkala ber-Islam semua itu ia tinggalkan. Bahkan, ketika ia gugur di medan Uhud pada umur ke empat puluh, harta satu-satunya yang ia punya adalah baju yang tengah dikenakan ditambah sehelai selimut kecil yang digunakannya sebagai kafan, yang karena kecilnya harus ditambahi dengan rumput.

2.     Najed

Pada 4 H Nabi Saw kedatangan seorang tamu dari Najed. Ketika ditawari untuk masuk Islam ia tidak mau, ia malah meminta Nabi agar mengirimkan tenaga da’i ke sana. Usai melalui perbedatan panjang, Nabi mengirim 70 ahli Qur’an sebagai da’i yang dipimpin oleh Mundzir bin Al-Amr.

Setiba di tempat antara kampung Bani Umair dan Bani Sulaim, Bi’r Ma;unah. Mereka menguasi Haram bin Milhan untuk menyampaikan surat Nabi kepada Amir bin Tufail, musuh Nabi Saw. Nahas, setibanya di sana, usai menyampaikan surat dari Nabi Saw ia malah ditombak dan tersungkur tanpa sang Amir melihat surat dari Nabi Saw tersebut. Menyaksikan kemenangannya ia berkata Fuztu Wa Rabbil Ka’bah.

Tak puas dengan pembunuhan Haram, Amir bin Tufayl menyuruh Bani Sulaim seperti Ushayyah, Ri’l dan Dzakwan, untuk membabat abis para missionaris. Semua terbunuh kecuali Ka’ab bin Zeid al-Najjar, beliau hidup dan gugur di perang Khandaq.

Tak jauh dari mereka, dua missionaris, Amr bin Umayyah dan al-Mundzir bin Uqbah, ketika mendengar berita tersebut mereka tidak terima dan membalas kematian teman-temannya. Mundzir terbunuh dan Amr ditawan lalu dilepaskan. Mendengar peristiwa ini Nabi melangsungkan Qunut Nazilah seraya mengutuk keras tindak kejahatan tersebut.

3.     Khaibar

Missi dakwah Nabi ini berbarengan dengan terjadinya perang Khaibar pada 7H. Yang ditugaskan dalam pemberangkatan ini adalah Ali. Nabi mengarahkan agar Ali mengajaknya dengan tenang, ajak mereka masuk Islam,  dan beritahu kewajiban mereka. Nabi juga menyebutkan pahala jika ia memasukkan orang ke dalam Islam. Lantaran mereka enggan masuk Islam, Ali memerangi mereka.

4.     Yaman

Meski tidak berbarengan, mereka ; Mu’adz bin Jabal, Musa Al-Asy’ari, Ali bin Abi Thalib, Al-Barra’ bin Azibb, dan Khalid bin Walid, oleh Nabi dikirim ke Yaman untuk mengajarkan Islam di sana.

Al-Barra’ bin Azib dan Khalid dikirim ke Yaman dan tinggal  di sana selama 6 bulan namun tak ada yang masuk Islam satupun. Ketika Khalid digantikan oleh Ali, keduanya mendatangi kabilah Hamdan, Ali membacakan Al-Qur’an kepada mereka dan serentak satu kabilah masuk Islam.

Mendengar itu nabi berdo’a, “Assalam ala Hamdan, Assalam ala Hamdan.”

Sedang Mu’adz dan Abu Musa tatkala mereka hendak ditutus ke Yaman, Nabi berpesan, “Permudahkan urusan mereka dan jangan dipersulit. Beri mereka berita gembira dan jangan bikin mereka kapok.” Mu’adz diberi mandat mengurusi pendidikan di Yaman dan Hadramaut.

5.     Najran

Nabi Muhammad kedatangan tamu dari Najran bernama Al-Aqib dan As-Sayyid. Kedunnya hendak mengutuk Nabi namun tidak jadi malah meminta da’i. Usai penantian dan harapan segenap sahabat, yang dipilih adalah Abu Ubaidah bin Al-Jarroh. Pada tahun ke 10 H Khalid menyusul dikirim ke Bani al-Harits dan kesemuanya masuk Islam.

6.     Makkah

Ketika Fathu Makkah selesai, Nabi menunjuk Mu’adz bin Jabal untuk mengajarkan Islam di Makkah dan menunjuk Attab bin Usaid untuk menjadi walikota di sana.

Missi Dakwah Pada Masa Sahabat

Lapangan penyebaran tenaga dakwah masa sahabat mencakup Timur Tengah, Eropa hingga Asia Tengah

1.     Kufah
Pada pengutusan ini ada 370 sahabat. 300 dari peserta baiat syajaroh (baiat di bawah pohon di Hudaibiyyah pada 6 H) dan 70 dari ahl badr. Di antaranya Ali, Ibn Mas’ud, Sa’ad bin Abi Waqqash, dll.

Umar mengirim surat ke warga Kufah sebuah berita gembira tentang dipilihnya Ammar bin Yasir sebagai gubernur Kufah dan Ibn Mas’ud sebagai tenaga da’i dan pembanti wazir. Keduanya termasuk sahabat paling cerdas. Ibn Mas’ud juga menjadi bendahara di sana. Ibn Sa’d menulis 150 biografi sahabat yang pernah tinggal di Kufah. Umumnya mereka wafat disana kecuali beberapa yang dimutasikan.

2.     Basrah (Iraq)

Di dalamnya banyak sahabat tersebar di sana. Abdullah bin Abbas, Anas bin Malik, Utsbah bin Ghazwan, Imran bin Husayn, Abu Barzah al-Aslami, Ma’qil bin Yasar.

3.     Syam (Syria, Libanon, Jordan, Palestina)

Menurut sejarawan Walid bin Muslim ada sepuluh ribu pasang mata yang melihat Nabi yang tinggal di sana. Yazid bin Abu Sufyan mengirim surat kepada Umar agar dikirimi ulama.Dikirimilah sejumlah sahabat, di antaranya Mu’adz bin Jabal, Ubadah bin Shamit, Abu Darda’.

4.      (Meliputi Sudan)

Pada Masa Umar dikirimi tenaga da’i yang diketuai oleh Sa’d bin Abi Waqqsoh. Ibn Sa’d menulis 32 biografi sahabat yang wafat di sana.

5.     Afrika Utara

Pada masa Umar, di bawah kepemimpinan Amr bin Ash, Islam membebaskan Libia, Tunisia, Al-Jazair, dan Maroko (al-Maghrib). Amr meminta agar diperluas lagi namun tak disetujui oleh Umar.

Pada masa Utsman, gubernur Mesir Abdullah bin Sa’d diizinkan mengislamkan negeri-negeri Afrika Utara.  Dikirimlah sahabat-sahabat dari Madinah, Ibn Abbas, Abdullah Ibn Ja’far, Hasan-husain, Ibn Zubair, dan lain-lain.

6.     Jurjan (Iran)

Dibebaskan pada 18 H. Sahabat-sahabat yang berdiam di sana ; Husein bin Ali, Ibn Umar, Hudzaifah Ibn Yaman, Abu Hurairah, Ibn Zubair.

7.      Qazwin (Iran Utara)

Ada beberapa sahabat yang menjadi tenaga dakwah di sana. Mereka adalah Al-Barra’ bin Azib, Sa’id bin al-Ash, Ibn Abbas, Salman AlFarisi, Abu Hurairah, dan lain lain.

8.     Khurasan

Terletak di Asia, di selatan sungai Amodaria, sebelah timur Iran. Khurasan kini masuk wilaah Iran dan Afghanistan dan Turkmenistan.Sahabat-sahabat yang tinggal di sana aadlaah : Buraidah bin Hushaib al-Aslami, Abu Barzah al-Aslami, al-Hakam bin Amr al-Ghifari, dan lain-lain.

Falsafah Bi’tsah

Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa sahabat yang awalnya hidup bersama Nabi rela menyebar demi menegakkan kalimat Islam. Mereka menyulap penyembah kebatilan menjadi penyembah Allah, mengejar amalan yang pahalanya lebih baik dari dunia dan seisinya.

Anggapan bahwa di Madinah lebih nikmat ditinggali dibanding menyebarkan Islam itu tidaklah benar. Jika benar demikian maka sahabat lebih nyaman tinggal di Madinah. Dan tentu peta Islam tak akan sebesar sekarang.

Dana Bi’tsah

Masalah sumber dana dakwah tidak banyak disinggung disini. Namun dari pemaparan sebelumnya bisa dikulik keterangan bahwa mereka semua mendapat dana dari zakat dan jizyah, baitul mal, sumbangan dermawan.

Mengenai dana, secara umum tidaklah kesulitan, karena mereka biasa hidup sederhana.
Perbandingan antara masa Sahabat dan masa Nabi

Perbedaan :

1.     Masa Nabi hanya jazirah Arab sedang masa sahabat lebih meluas. Hal ini dikarenakan pada masa Nabi adalah masa pembentukan Islam yang sahabat tak boleh jauh-jauh darinya, khawatir kehilangan kontak


2.     Pada Masa Nabi para dai tidak selamanya tinggal di suatu daerah. Ada kalanya mereka ditarik dan dimutasi ke daerah lain. Berbeda dengan sahabat, dimana mereka tingggal, menyatu, dan meninggal disana (?)

Komentar

Google + Follower's