Kajian Skripsi Oleh Syarif Hade


·    Dalam kajian penelitian ada 3 sistem pembahasan : Mono-Disipliner, Inter-Disipliner, dan Multi Disipliner. Mono bermakna kajian hanya sebatas bidsang tafsir, Inter berarti mengaitkan kajian tafsir dengan ilmu ke-Ushuluddin-an yang lain, Multi adalah pengkajian tafsir yang ditautkan dengan ilmu lintas fakultas.

·  Dalam penelitian ada yang namanya objek dan korpus. Objek adalah makro sasaran penelitian sedangkan korpus adalah satuan-satuan yang membawahi objek. Misal : Objek “Ayat-Ayat Jihad” Korpusnya adalah setiap ayat tentang jihad.

·       Rumusan masalah dalam Bab 1 tak perlu panjang-panjang, asal tajam dan sesuai sasaran
·       Latarbelakang Masalah mengurai alasan kenapa penelitian ini menjadi penting, daya tawar terbaru apa yang coba diungkapkan dalam penelitian ini.

·       Tinjauan Pustaka : Mencari kajian yang setema dengan tujuan memetik kesimpulan bahwa pada penelitian kita ada hal berbeda yang patut dan layak diangkat, minimal 5 kajian pustaka.

·       Dalam mendedah peninjauan pustaka, peneliti di harap memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut : isi karya, kelebihan, kekurangan, dan apa yang berbeda dari karya anda- dalam mengkaji lebih dalam peninjauan pustaka

·       Saat meneliti, anda adalah seorang pakar atas apa yang anda teliti. Korek segala hal yang bertalian dengan objek penelitian anda. Anda lebih menguasai materi ketimbang dosen yang menguji hasil penelitian, kecuali beliau-beliau pernah mengkaji tema serupa dan tentunya dengan hasil lapangan yang lebih profesional

·       Dalam membuat skripsi anda harus memetakan konsep jauh-jauh hari.

·       Dalam meneliti, peneliti harus mengakrabi objek sedemikian rupa. Entah suka entah tidak.

·       Dianjurkan untuk meneliti karya-karya lokal sebagai fokus penelitian. Hitung-hitung menduniakan kekayaan intelektual nusantara. Sebagai contoh yang tengah marak saat ini adalah terkait penafsiran surat al-Ma’idah ayat 51. Cari dan himpun tafsir-tafsir al-Ma’idah ayat 51 dari berbagai literatur tafsir ulama nusantara

·       Penelitian, meski tak bisa mutlak tanpa bersandar kepada tinjauan pustaka sebelumnya, ia tetap harus bersifat Noveltis : Bersifat kebaruan.

·       Ciri-ciri orang radikal adalah ia hanya dicekoki dengan satu kebenaran saja dan enggan untuk melangsungkan diskusi atau sekadar mengopi-ngopi.

·       Pada bab 4 analisis yang kita kemukakan harus memiliki argumentasi. Berefrensi.

·       Jika tidak ditemukan argumen penopang, entah karena minim pustaka atau kebaruan tema, maka kita bisa menyiasatinya dengan menggagas argumen sendiri dengan metode penggiringan ilmiah.


·       Jangan melambai saat menulis skripsi. Jangan plagiasi. Terapkan aplikasi review story. 

(Selasa, 01 November 2016)

Komentar

Google + Follower's