Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Sekelumit Kisah Nabi Muhammad Saw oleh Paatje Agus Salim (8 Oktober 1884- 4 November 1954)

“Ia ada setiap kali dibutuhkan: di Volksraad, ketika sejumlah pribumi merasa sudah menjadi Belanda; di tangsi Pembela Tanah Air, yang kesulitan menerjemah istilah militer dalam Bahasa Jepang ke Bahasa Indonesia; di Badan Persiapan Kemerdekaan RI, saat kubu nasionalis dan kubu Islam nyaris mustahil bersepakat tentang dasar-dasar negara; dalam perundingan dengan Belanda di Linggarjati, lalu di atas geladak Renville; dalam hampir setiap masa genting negeri ini, sejak masih berupa embrio hingga pertengahan 1950-an. Indonesia beruntung punya...AGUS SALIM.[1] *** Di bulan yang sama ketika tulisan ini diturunkan, Agus Salim, Pahlawan Kemerdekaan RI, genap 62 tahun sudah menghadap sang Pencipta. Sepak terjangnya dalam membidani kelahiran Republik ini sudah banyak diangkat oleh banyak peneliti yang berkecimpung di bidangnya. Kesimpulan besarnya adalah bahwa Agus Salim adalah orang Indonseia yang begitu istimewa. Yang tentu, tak pantas untuk dilupakan!
Prof. Dr. Ali Mustafa mengatakan, “Sebuah tul…

MEMBACA PERADABAN

Manusia, dalam pepatah Arab disebutkan bahwa tidak ada anugerah teragung yang diberikan Tuhan kepadanya melebihi akal dan adab. ما وهب الله لامرئ هبة أشرف من عقله و ادابه.. Akal beserta nalar yang diberikan oleh Allah berfungsi sebagai filter sorot pandang manusia dalam kehidupan dunia. Melalui akal manusia mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Dengan akal pula manusia mampu mempelajari sejarah dan darinya bisa lebih arif Membaca Peradaban.
Pasca-Modern, demikian bisa kita sebut masa sekarang untuk sekadar melukiskan betapa gegap gempita perubahan-perubahan yang terjadi dewasa ini. Ditopang kecerdasan teknologi dan canggihnya temali teori, wajah modernitas kian teguh dan menguarkan aura kejumawaannya.
Dalam konteks ini, manusia yang bijak adalah manusia yang menjejak bumi. Manusia kontekstual. Ia harus lihai menyaksikan dan memahami watak peradaban dimana dia tinggal. Di masa yang sangat menguntungkan untuk perubahan positif namun berpotensi pula memperparah wacana negatif, k…

Perbandingan Kritik Sejarah dengan Kritik Hadis

PENDAHULUAN
Anggapan bahwa istilah kritik hadis lahir dari luar islam adalah keliru. Karena dalam dunia hadis sudah dikenal jauh-jauh hari istilah kritik-mengkritik, hal ini sebagaimana dituturkan oleh Imam Ibnu Abu Hatim al-Rozi (W. 327 H). Kritik hadis adalah upaya untuk menyeleksi hadis sehingga dapat diketahui mana hadis yang shahih dan mana hadis yang tidak shahih. [1]
Kritik adalah sebuah teguran. Dan ia tidak melulu berkonotasi negatif. Kritik bahkan, pada beberapa konteks, ia bisa bermakna sebuah dorongan menuju kebaikan. Kritik bisa bermakna tanda cinta.
Ujian dari Allah yang ditimpakan kepada hamba-Nya adalah sebuah teguran. Kritik.Merupakan suatu yang sudah dimaklumi, kepada orang yang kita kasihi, jika ia tengah berjalan menuju marabahaya, tentu kita akan memperingatkannya. Bukan karena benci, tapi karena khawatir ia akan celaka.
Demikian dalam kajian hadis, bahasa kritik adalah membuktikan bahwa kita memerhatikan kajian sunnah Rasulullah Saw tersebut. Dikaji dan dipahami, di…