Orientasi Hidup

Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-ku,  demikian bunyi Firman Allah dalam surat al-dzariyat ayat 56.

Orientasi dasar kehidupan manusia adalah untuk beribadah. Semenjak kita menjadi tamyiz, fase sadar mana yang baik dan buruk, maka kita dibebani untuk beribadah.

Salah satu perwujudan dari ibadah kita adalah dengan mengabdi kepada sesama.  Dalam beberapa Sumber bahkan disebutkan bahwa ibadah kita kepada Allah ditakar dari seberapa Bagus ibadah kita dengan lingkungan sekitar.

Baginda Rasulullah Saw bersabda, "Wallahu fi Aunil Abdu ma kanal Abdu Fi Auni Akhihi." Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut menolong sesamanya.

Dalam ajaran Islam kita juga sering mendengar hablun minallah (hubungan kita dengan Allah, vertikal)  dan hablun minannas (hubungan sesama manusia, horizontal).  Keduanya harus berjalan beriringan, tak boleh dikecualikan antara satu dan lainnya.

Mengabdi Mencerdaskan Desa

Di antara langkah bijak seseorang adalah mengabdi mencerdaskan masyarakatnya. Sebagai penempuh ilmu dan kearifan, seorang pelajar diharapkan mampu kembali ke kampung asalnya dan aktif berkontribusi membangun peradaban masyarakat di mana ia tinggal.

Saya tidak hendak menyalahkan keputusan seseorang yang giat mengais kearifan di daerah orang kemudian malah menghabiskan dedikasinya di rumput pengabdian yang lain tersebut, tapi alangkah indahnya jika setiap pejuang desa yang merantau menggapai kearifan intelektual tersebut bisa balik ke pangkuan tempat kelahirannya seraya membawa gagasan2 inovatifnya untuk mengonstruksi peradaban.

Darussunnah, 01 November 2017

Komentar

Google + Follower's