Femininitas Asmaul Husna

Asmaul husna atau nama2 Indah yang disandarkan menjadi sifat2 keagungan Allah, menurut Nasaruddin Umar, 80% subtansinya mengandung unsur femininitas, memuat makna kelembutan dan Kasih sayang.

Feminin atau feminitas, sebagaimana dilansir dari wikipedia berasal dari bahasa Perancis, femininine adalah sebuah kata sifat, adjektif yang berarti "kewanitaan" atau menunjukkan sifat perempuan. Sifat-sifat yang dimaksud biasanya adalah kelembutan, kesabaran, kebaikan, dll.

Pemaparan yang disampaikan oleh rektor Institut PTIQ Jakarta dalam acara prosesi wisuda sarjana PTIQ 18 November 2017 tersebut dipertegas dengan sebuah perumpamaan menarik.

Kata beliau, di antara contoh feminisme (kandungan unsur kelembutan dan kasih sayang) Allah yakni sebagaimana yang tersurat dalam firman-nya, "bismillahirrohmanirrohim" dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Redaksi yang digunakan adalah rahman (pengasih) dan rahim (penyayang)  yang keduanya menunjukkan makna feminisme. Demikianlah rahasianya mengapa Allah tak menggunakan redaksi "bismillahil qohhar wal jabbar" dengan menyebut nama Allah yang maha pemaksa lagi maha perkasa.

Redaksi basmalah, sebagaimana kita ketahui, merupakan ucapan penyedap dan pengundang berkah bagi setiap perkara yang kita lakukan.

Sosok yang juga menjabat sebagai Imam besar Istiqlal tersebut juga menandaskan bahwa dunia tanpa sentuhan feminin (memuat sifat2 yang Rahmat dan lembut serta welas asih) akan terasa gersang.

Dunia dan peradaban butuh dengan sentuhan perempuan yang kelak menciptakan stabilitas kerja kehidupan.

Professor yang memang terkenal dengan kemumpuniannya dalam diskursus kesetaraan gender dan femininitas tersebut telah banyak melakukan penelian dan seminar seputar bidang yang ditekuni tersebut.

Bintaro, 20 November 2017

Komentar

Google + Follower's