Resonansi

Alkisah, ada dua orang kawan yang menempuh satu tujuan melalui jalan yang berbeda. Yang satunya menempuh jalan A, melintasi pasar penjualan minyak Wangi, yang satunya menempuh jalan B, menyusuri pabrik tempaan besi.

Si A berjalan melenggang melintasi ratusan gerai parfum yang terbentang sepanjang jalan, sesekali ia mampir bercakap dengan sang penjual dan tak jarang membeli parfum terbaik yang dijajakan.

Si B khidmat memacu langkah di antara ratusan pabrik pembuatan besi yang terurai sepanjang rute perjalanan. Sesekali ia bercakap dengan pandai besi, menuju perapian tempat besi dipilin dan dibentuk, tak jarang ia mencobanya dengan tangan sendiri.

Sesampainya di tujuan mereka berjumpa dan menemui tuan rumah. Sang tuan rumah tergugah dengan aroma semerbak si A, dan betapa tersentaknya ia tatkala merangkul si B, ketika mengetahui tubuhnya yang merupakan aroma pekat hangus perapian.

Demikianlah ilustrasi berprosesnya pembentukan karakter kita. Resonansi. Proses pemantulan.

Teman yang sering kita bergaul dengannya, buku yang sering kita baca, banyak memengaruhi hidup kita.

Dilansir dari KBBI resonansi memiliki pengertian : dengungan (gema, getaran) suara; peristiwa turut bergetarnya suatu benda karena pengaruh getaran gelombang elektromagnetik luar

Apa yang kita beri itulah yang akan kita terima. Kita menerima apa yang pernah kita lempar ke sekeliling kita. Ya, layaknya lembing. Maka dari itu kita diperintahkan untuk berbuat baik kepada semesta, karena hukum kausalitas (hukum timbal balik)  itu nyata adanya.

Dalam sabdanya Nabi berpesan

إرحموا من فى الأرض يرحمكم من فى السمآء

"Bersikap Kasih-sayanglah kepada yang di bumi, maka yang di langit akan menyayangimu."

Dalam riwayat lain Nabi mengatakan,

كما تدين تدان

"Sebagaimana kamu memperlakukan begitulah kamu akan diperlakukan."

Pepatah Timur mengatakan,

الجد بالجد و الحرمان بالكسل
(Al-jaddu bil jiddi wal hirmanu bil kasali)

"Nasib baik itu didapat melalui kesungguh2an dan nasib buruk didapat melalui malas2an."

Maka, sungguh benar sebuah ungkapan :

خذ ما صفى و دع ما كدر

"Ambillah yang jernih dan tinggalkan yang keruh"

Jika kejernihan yang kita tebarkan, Kejernihan akan menghampiri. Dan, bukankah seorang muslim, yang diibaratkan dengan lebah (tidak memakan dan membuang sesuatu kecuali yang baik2) memang dianjurkan berbuat demikian? 

Bintaro, H+1 Wisuda PTIQ Jakarta, 19/11/2017

Komentar

Google + Follower's