Jadilah Sang Pelopor!


Bob Sadino berkata,
"Jadilah pelopor, pencetus suatu inovasi cemerlang,  atau yang terbaik dari bidang yang kau tekuni, atau kalau tidak, berbedalah dengan orang banyak!  Dengan demikian kau akan menuai kesuksesan."

Apa yang diungkapkan oleh Bob Sadino di atas ada benarnya. 

Pertama. Pelopor unggul karena ia sukses mencari ruang kosong peradaban dan sanggup mengisinya dengan lompatan2 cerdas dan bermanfaat buat orang banyak.

Nabi Muhammad Saw, sosok tauladan kita, bisa dikatakan sebagai sang pelopor, selain bisa juga jika dikatakan yang terbaik dalam bidang kenabian dan kerasulan, atau yang paling berbeda di kaumnya yang penuh dengan kelaliman. 

Nabi Muhammad Saw adalah pelopor kebaikan di tanah Arab. Setelah pembawa wahyu terakhir, Nabi Isa, wafat, semenjak itu kebaikan yang dibawanya kian lama kian meredup. Nabi Muhammad menyalakan api yang padam. 

Apakah Nabi Muhammad hanya mengekori utusan sebelumnya? Dalam banyak teks kita temukan beliau diutus, salah satunya, untuk membenarkan ajaran rasul sebelumnya. Namun demikian, dalam radiasi penyampaian dakwah beliau benar2 sang pelopor!  

Nabi2 sebelumnya diutus untuk Negara dan kaum tertentu. Lebih kompleks dari itu, Nabi Muhammad hadir sebagai utusan untuk semua umat manusia. Subtansi ajaran yang ditawarkan pun mengalami banyak up-grade dibanding rasul sebelumnya. Ajarannya meliputi ruang dan waktu yang berkepanjangan hingga ajal semesta menjelang. 

Simak pula perihal keunggulan pelopor lewat bait2 yang diguratkan oleh Ibnu Malik, sang pembuat Nazham Alfiyyah (bait-bait berisi ajaran ilmu gramatikal Arab) yang kesohor itu saat beliau memuji pendahulunya, Ibnu Mu'thi:

وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ ¤ فَـائِقَةً أَلْفِــــيَّةَ ابْنِ مُعْطِي

Kitab ini mudah menuntut kerelaan tanpa kemarahan, melebihi kitab Alfiyahnya Ibnu Mu’thi.

وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً ¤ مُسْـتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ

Beliau lebih memperoleh keutamaan karena lebih awal. Beliau behak atas sanjunganku yang indah.

Dua.Menjadi yang terbaik tentu idaman semua orang. Dalam bidang yang kau tekuni, baik sebagai konseptor atau eksekutor, baik kerja lapangan atau sekadar bertugas memproduksi wacana-wacana pemikiran, misalnya, menjadi the best of the best ibarat mutiara yang bersinar di tengah Batu2 biasa yang lain. 

Yang terakhir adalah menjadi berbeda. Dalam falsafah Timur dikatakan, "berbedalah maka kau akan dikenal". Tutur bertuah ini bukan tong kosong yang nyaring bunyinya, ia adalah alunan merdu yang menggema merasuki jiwa2 pengelana. Hal yang harus digarisbawahi adalah berbeda dalam hal kebaikan. 

Dalam hadis Nabi Saw riwayat Ibn Hibban dan Thabrani disabdakan bahwa sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat buat sesamanya.

Jakarta, 15 Januari 2018

Komentar

Google + Follower's