Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Rampai Diskusi Rasionalika Tema Pemahaman Hadis Kaum Jamaah Tabligh

Pelajaran yang bisa dihimpun dari diskusi seputar pemahaman hadis kaum jamaah tabligh adalah sebagai berikut :  ;;;;;;

Pemahaman Hadis Kaum Jamaah Tabligh (Berita Acara Diskusi Rasionalika)

Ciputat- Kajian yang dihelat Lembaga Kajian dan Riset Rasionalika pondok pesantren Darus-Sunnah, Pisangan Barat, Ciputat pada Jum’at malam, 03 April 2018 dengan tema “Pemahaman Hadis Jamaah Tabligh” berjalan sangat menarik.
Kajian ilmiah kali ini adalah membedah tesis yang ditulis oleh Alfauzi Abdillah, Lc., MA dengan judul “Problematika Pemahaman Hadis Jamaah Tabligh” saatbeliau menempuh jenjang pendidikan magister di Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta. Alfauzi Abdullah lulus menyandang pedikat magister pada tahun 2017 dengan Hadis dan Tradisi Kenabian sebagai konsentrasinya.
Acara dimulai pada jam 10 malam selepas mahasantri Darussunnah selesai muzakarah beberapa menitSembari menikmati seduhan kopi hitam yang disuguhi panitia, peserta kajian khidmat menyimak uraian penyaji diskusi yang berjumlah empat orang. Acara berlangsung di Perpustakaan Mahad Darussunnah (PMD) hingga pukul 01.30 pagi. 

Suguhan materi yang disampaikan amat menarik, ditambah penuturan pengalaman beberapa penyaji yan…

Mengenal Mazhab Syiah

ABSTRAK
Dalam perkembangannya Islam terpecah menjadi beberapa sekte. Namun yang terbesar yang kita dapati saat ini adalah Ahlussunnah dan Syiah. Syiah muncul pasca terjadinya tahkim (abitrase) antara kubu Ali dan Mu'awiyah pada perang Shiffin yang terjadi pada 37 H. Bermula dari ketidakpuasan pengikut Ali atas siasat yang dilancarkan oleh Muawiyah dalam tahkim tersebut, yang menyebabkan tongkat kekhalifahan jatuh ke tangan Muawiyah, Syiah yang awalnya adalah gerakkan politik menjadi paham keagamaan yang cukup matang dan berpengaruh dalam dinamika perkembangan pemikiran Islam. Tulisan ini menjabarkan konsep Syiah dan beberapa sektenya secara ringkas, ditambahi dengan rekaman sejarah Syiah, perkembangannya di Indonesia serta uraian konflik dan siasat mendamaikan dua kubu yang kerap berkonflik ini.

Kata kunci : Syiah, Imamah, Ahlussunnah, Pemikiran Islam

download tulisan lengkapnya di sini - Mengenal Mazhab Syiah

Problematika Penulisan Sejarah Islam

ABSTRAK
Penulisan sejarah Islam awal memiliki kemapanan metode dalam pemeliharaan keotentikan data karena ia menggunakan metode isnad. Dalam perkembangannya ia menjadi pendrong munculnya penulisan sejarah Islam secara universal.

Meski demikian, terdapat beberapa problematika yang ada dalam penulisan sejarah Islam yang perlu kita kaji bersama. Bias tradisi Arab yang mengandalkan hafalan sebagai cara memelihara data sejarah serta semangat kesukuan cenderung mempengaruhi penulisan sejarah Islam dan menjadi problem tersendiri.

Makalah ini berkesimpulan bahwa terdapat beberapa problematika yang bisa ditafsiri bahwa hal tersebut bukanlah problem jika kita mau menggunakan kacamata berbeda dalam menyoroti sebuah permasalahan terkait

Kata kunci : problematika, penulisan sejarah, historiografi islam

Download tulisan lengkapnya di dini - Problematika Penulisan Sejarah Islam

Asbab Wurud Sebagai Metode Menganalisa Pemahaman Hadis Nabawi

ABSTRAK
Lazimnya teks keagamaan yang lahir dengan situasi dan kondisi budaya tertentu, Hadis sebagai sumber primer hukum Islam juga tak bisa lepas dari pergumulan dengan kondisi sekitar ketika hadis tersebut disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw.
Literatur dalam bidang kajian hadis menyebutnya sebagai Asbab Wurud al-Hadis, yakni sebuah ilmu yang membahas kondisi di mana sabda NabLazimnya teks keagamaan yang lahir dengan situasi dan kondisi budaya tertentu, Hadis sebagai sumber primer hukum Islam juga tak bisa lepas dari pergumulan dengan kondisi sekitar ketika hadis tersebut disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw.

Literatur dalam bidang kajian hadis menyebutnya sebagai Asbab Wurud al-Hadis, yakni sebuah ilmu yang membahas kondisi di mana sabda Nabi diucapkan ke publik. Sebagaimana asbab nuzul yang ada dalam kajian al-Qur’an, asbab wurud juga menjadi penting dalam mewujudkan pemahaman yang komprehensif atas hadis.
Al-Bulqiny (w. 805 H) As-Suyuthi (w. 849 H),  Ibn Hamzah al-Husayny (w. 1120 H) dan I…

Google + Follower's